Viral di Medsos, Aksi Mahasiswi KKN STIBA Makassar Salurkan Fidyah dan Zakat Menginspirasi Banyak Orang

(STIBA.ac.id) Maros – Awalnya cuma mau menyalurkan fidyah dan zakat mal, tapi mahasiswi KKN STIBA Makassar posko 2 Desa Toddopulia malah menemukan cerita yang bikin hati terenyuh.

Jumat (28/3) dan Ahad (30/3) jadi dua hari yang membuka mata mereka soal realitas di Dusun Bonto Panno, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Berawal dari Rp50 Ribu
Semuanya dimulai dari permintaan seorang teman yang ingin menyumbang Rp50 ribu buat seorang nenek yang benar-benar butuh bantuan.
Dari situ, mahasiswi KKN mulai sadar kalau masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan.
Hari Jumat, mereka menerima amanah dari Ibu Syatriani Djamal untuk menyalurkan fidyah ibunya.

Dengan dana yang ada, mereka memesan 30 kotak nasi dari salah satu katering terbaik di Toddopulia dan membagikannya menjelang Magrib ke 15 rumah di tiga RT.

Tapi, saat turun langsung ke lapangan, mereka menemukan kondisi yang jauh lebih mengharukan dari yang dibayangkan.

Viral dan Donasi Mengalir
Merasa tidak bisa tinggal diam, mereka membagikan kisah ini di media sosial. Respons warganet? Luar biasa! Dalam semalam, donasi yang masuk sudah lebih dari satu juta rupiah.

Bahkan, cerita ini sampai ke Ibu Vebrianti yang akhirnya mempercayakan zakat malnya untuk mereka salurkan.

Hari Ahad, mereka kembali ke lapangan, kali ini dengan paket sembako dan uang tunai Rp300 ribu untuk setiap keluarga penerima. Satu paket sembako ini berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, tepung, mi instan, biskuit, teh, susu kental manis, dan lainnya.

Lebih dari Sekadar Bantuan
Bagi mahasiswi KKN, pengalaman ini lebih dari sekadar menyalurkan bantuan. Mereka melihat sendiri bagaimana kehidupan di pelosok yang jauh dari kata cukup.

“Kadang kita tidak sadar ada saudara-saudara kita yang masih sangat membutuhkan. Jadi perpanjangan tangan untuk mereka membuat kita lebih banyak bersyukur,” ujar Nur Azizah, salah satu mahasiswi yang ikut turun langsung.

Cerita ini jadi pengingat bahwa berbagi bukan cuma soal materi, tapi juga soal kepedulian dan perhatian. Semoga kisah ini bisa menginspirasi lebih banyak orang buat terus peduli dan berbagi.


Reporter: Nadya Nurul Ismi

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

汽水音乐

爱思助手PC版

telegram

汽水音乐

telegram下载

Telegram下载

汽水音乐下载

汽水音乐

有道翻译

1