Tiga Hari Intensif, Workshop SINTA 2 Batch 5 Bekali Dosen Strategi Menulis, Memanfaatkan AI, dan Menentukan Jurnal Tujuan

(STIBA.ac.id) Makassar — Setelah resmi dibuka dengan pesan penting tentang tradisi keilmuan dan produktivitas akademik, Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Berstandar SINTA 2 Batch 5 berlanjut dalam rangkaian pendampingan intensif selama tiga hari, Jumat–Ahad, 15–17 September 2026, pukul 08.00–17.00 Wita, di Aula BBPK Makassar.

Kegiatan yang merupakan kerja sama Kopertais Wilayah VIII dan IAI STIBA Makassar ini diikuti oleh 71 peserta dari tiga perguruan tinggi, yakni 66 peserta dari IAI STIBA Makassar, 3 peserta dari IAI DDI Maros, dan 2 peserta dari STAI Al-Azhar Gowa.

Workshop didukung oleh Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar bersama Tim Teknis Kopertais, dengan desain kegiatan yang tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta membawa dan mengembangkan artikel masing-masing melalui proses pendampingan sehingga setiap materi dapat langsung diterapkan pada naskah yang sedang mereka persiapkan.

Dari Menemukan Ide hingga Menentukan Jurnal Tujuan

Selama tiga hari, peserta mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan oleh pemateri dari Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar.

Ketiga materi tersebut membentuk satu alur yang saling berkaitan: menemukan ide dan novelty, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dalam proses penulisan, kemudian menentukan jurnal yang tepat untuk memublikasikan artikel.

Dengan alur tersebut, peserta tidak hanya belajar bagaimana menulis artikel, tetapi juga memahami bahwa publikasi ilmiah membutuhkan strategi sejak tahap awal penelitian hingga naskah dikirim kepada jurnal yang sesuai.

Dr. Zainal Abidin: Artikel Berawal dari Ide dan Novelty

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Zainal Abidin, S.S., M.H.I.

Ia mengajak peserta memahami bahwa salah satu pekerjaan paling penting dalam menulis artikel ilmiah adalah menemukan ide penelitian yang kuat sekaligus memiliki kebaruan (novelty).

Peserta diarahkan untuk tidak sekadar mencari topik yang menarik, tetapi mampu menemukan persoalan akademik yang belum mendapatkan jawaban memadai dalam penelitian sebelumnya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan struktur artikel menggunakan kerangka IMRAD, yaitu:

Introduction – Methods – Results – and Discussion.

Kerangka IMRAD menjadi salah satu fondasi penting agar artikel tersusun secara sistematis dan mampu membawa pembaca mengikuti alur argumentasi penelitian, mulai dari persoalan yang dikaji, metode yang digunakan, temuan penelitian, hingga pembahasan terhadap temuan tersebut.

Dalam sesi ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada struktur artikel, tetapi juga diarahkan untuk melihat hubungan antara research problem, research gap, novelty, research question, methodology, results, dan discussion.

Pesan penting dari sesi ini adalah bahwa artikel yang baik tidak lahir hanya karena penulis memiliki banyak referensi. Artikel yang kuat harus memiliki masalah ilmiah yang jelas dan kontribusi yang dapat ditunjukkan.

Dr. Subehan Khalik: AI Membantu Penulis, tetapi Validasi Tetap Tanggung Jawab Penulis

Materi kedua disampaikan oleh Dr. H. Subehan Khalik, M.Ag.

Sesi ini menjadi salah satu bagian yang banyak menarik perhatian peserta karena membahas pemanfaatan berbagai artificial intelligence tools dan aplikasi pendukung penulisan akademik.

Beberapa tools yang diperkenalkan dan dibahas antara lain ChatGPT, Consensus, Claude, dan Grammarly, termasuk bagaimana penggunaannya dapat diintegrasikan dengan Mendeley Reference Manager melalui Mendeley Importer.

Peserta mendapatkan berbagai tip dan trik untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam proses pencarian informasi, pengembangan gagasan, penyusunan tulisan, pemeriksaan bahasa, hingga pengelolaan referensi.

Namun, di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin cepat, Dr. Subehan memberikan penekanan yang sangat penting:

AI adalah alat bantu, bukan pengganti tanggung jawab akademik penulis.

Karena itu, setiap hasil yang dihasilkan oleh AI harus melalui proses validasi oleh penulis.

Penulis tetap bertanggung jawab memastikan bahwa informasi yang dihasilkan benar, sumbernya dapat ditelusuri, argumentasinya dapat dipertanggungjawabkan, referensinya benar-benar ada, serta penggunaannya sesuai dengan kaidah akademik.

Pesan tersebut menjadi penting karena penggunaan AI dalam penulisan akademik tidak boleh membuat penulis kehilangan fungsi intelektualnya. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi otoritas akademik tetap berada pada penulis.

Sesi ini juga memperlihatkan bahwa literasi AI bagi dosen bukan sekadar kemampuan menggunakan aplikasi, melainkan kemampuan memahami kapan AI digunakan, untuk apa digunakan, bagaimana memeriksa hasilnya, dan bagaimana memastikan integritas akademik tetap terjaga.

Taufiq Mathar: Jangan Salah Memilih Jurnal

Materi ketiga disampaikan oleh Taufiq Mathar, S.Pd., MLIS.

Sesi ini membawa peserta pada tahap yang sangat menentukan dalam perjalanan sebuah artikel, yakni memilih tempat publikasi yang tepat.

Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah melakukan penelusuran jurnal melalui SINTA, termasuk memanfaatkan laman sinta.kemdiktisaintek untuk mengidentifikasi jurnal yang sesuai dengan bidang artikel.

Namun, pemateri mengingatkan bahwa memilih jurnal tidak cukup hanya dengan melihat peringkat atau label SINTA.

Peserta juga perlu memperhatikan berbagai aspek penting, antara lain:

Aims and Scope jurnal;
kesesuaian tema artikel;
artikel-artikel yang telah diterbitkan jurnal;
Article Processing Charge (APC);
gaya dan format penulisan;
karakteristik artikel yang biasa diterbitkan;
serta kebaruan artikel yang akan dikirimkan.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah membaca artikel-artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal tujuan, khususnya artikel yang memiliki tema atau pendekatan yang dekat dengan naskah yang hendak dikirim.

Dengan cara tersebut, penulis dapat memahami karakter tulisan yang diterima jurnal sekaligus menilai apakah artikelnya benar-benar berada dalam ruang lingkup jurnal tersebut.

Taufiq Mathar juga banyak berbagi pengalaman mengenai beragam sikap reviewer dan editor in chief dalam proses penerimaan maupun penolakan artikel.

Dari pengalaman tersebut, peserta diajak memahami bahwa keputusan editorial tidak semata-mata berkaitan dengan apakah sebuah artikel “bagus” atau “tidak bagus”, tetapi juga menyangkut kesesuaian artikel dengan Aims and Scope, standar jurnal, kontribusi ilmiah, kualitas metodologi, kebaruan, dan berbagai pertimbangan editorial lainnya.

Karena itu, proses sebelum submission menjadi sangat penting.

Jangan terburu-buru mengirim artikel sebelum memastikan bahwa jurnal yang dipilih benar-benar sesuai dengan artikel yang ditulis.

Tiga Materi, Satu Alur: Dari Ide hingga Submission

Jika dirangkai, ketiga materi tersebut membentuk satu ekosistem penulisan artikel ilmiah.

Dr. Zainal Abidin membekali peserta dengan kemampuan menemukan ide, research gap, novelty, dan struktur artikel.

Dr. H. Subehan Khalik memperkenalkan pemanfaatan AI dan berbagai tools digital untuk membantu proses penulisan sekaligus menekankan pentingnya validasi akademik oleh penulis.

Sementara Taufiq Mathar membawa peserta ke tahap strategi publikasi, mulai dari mencari jurnal melalui SINTA, membaca Aims and Scope, melihat APC, menelaah artikel yang telah diterbitkan, hingga mempertimbangkan karakteristik reviewer dan editor.

Ketiganya membentuk alur:

IDE → NOVELTY → IMRAD → AI & TOOLS → VALIDASI → PEMILIHAN JURNAL → SUBMISSION

Alur tersebut menjadi inti dari pendampingan yang diberikan kepada peserta selama workshop.

Pendampingan Menjadi Kunci

Setelah setiap materi, peserta tidak dilepas untuk bekerja sendiri. Tim Rumah Jurnal dan Tim Teknis Kopertais memberikan pendampingan agar materi yang diperoleh dapat diterapkan pada artikel masing-masing.

Pendekatan tersebut menjadikan workshop lebih dari sekadar forum transfer pengetahuan.

Peserta diarahkan untuk membawa artikel mereka melalui proses evaluasi dan perbaikan secara bertahap. Dengan demikian, setiap peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih konkret mengenai apa yang harus diperbaiki sebelum artikelnya dikirim ke jurnal tujuan.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa kemampuan publikasi tidak cukup dibangun melalui satu kali pelatihan. Dosen membutuhkan latihan, pendampingan, evaluasi, revisi, dan pengalaman berulang agar kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah semakin matang.

Penutupan: Apresiasi untuk Pemateri, Pendamping, dan Pelaksana

Setelah melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari, Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Berstandar SINTA 2 Batch 5 ditutup dengan agenda resmi yang dihadiri unsur pimpinan dan seluruh pihak yang terlibat.

Acara penutupan diawali dengan sambutan dan penutupan oleh Dr. Muhammad Tang, S.H.I., M.Si., yang mewakili Sekretaris Kopertais Wilayah VIII.

Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Rektor IAI STIBA Makassar, Akhmad Hanafi Dain Yunta, selaku tuan rumah pelaksanaan Workshop SINTA 2 Batch 5.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya para pemateri, pendamping, panitia, dan seluruh peserta.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pula pemberian sertifikat kepada pelaksana workshop, sertifikat kepada Tim Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar selaku pemateri, serta sertifikat kepada Tim Teknis Kopertais selaku pendamping pelaksanaan workshop.

Pemberian sertifikat tersebut menjadi simbol apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kapasitas publikasi dosen PTKIS.

Dari Workshop Menuju Karya yang Terbit

Workshop Batch 5 berakhir, tetapi pekerjaan akademik para peserta justru memasuki tahap berikutnya.

Tiga hari pembekalan dan pendampingan diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk kembali menyempurnakan artikel masing-masing, melakukan validasi terhadap setiap data dan referensi, memastikan novelty, memilih jurnal yang tepat, kemudian mempersiapkan naskah untuk submission.

Lebih dari sekadar mengejar publikasi, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan budaya akademik yang lebih kuat di lingkungan PTKIS: meneliti secara serius, menulis secara bertanggung jawab, memanfaatkan teknologi secara cerdas, memilih jurnal secara strategis, dan menghasilkan karya yang memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Pada akhirnya, keberhasilan Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Berstandar SINTA 2 Batch 5 tidak hanya akan terlihat dari berakhirnya kegiatan di Aula BBPK Makassar.

Ukuran keberhasilannya akan terlihat ketika artikel-artikel peserta terus diperbaiki, berhasil disubmit, melewati proses review, dan pada akhirnya terbit pada jurnal yang sesuai.

Dari ruang workshop, menuju halaman jurnal. Dari tulisan dosen, menjadi kontribusi bagi ilmu pengetahuan.

Reporter: Abu Rumaysho

error code: 521 1