IAI STIBA Makassar Sabet Juara Umum Arung Palakka Championship I, Tiga Mahasiswa Bawa Pulang Medali

(STIBA.ac.id) Bone — Tiga mahasiswa IAI STIBA Makassar membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu dalam Kejuaraan Pencak Silat Arung Palakka Championship I yang digelar di GOR Matanna Tikka, Kabupaten Bone, pada 28–30 Agustus 2026. Kontingen IAI STIBA Makassar juga berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang tersebut.

Medali emas diraih Ibnu Hazim, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester V, pada kategori Tanding Dewasa (Under). Muammar Al Fauzan, mahasiswa PBA semester III, memperoleh medali perak pada kategori Tanding Dewasa Kelas B. Sementara itu, Muh. Azhar, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) semester III, meraih medali perunggu pada kategori Tanding Dewasa Kelas D.

Di balik pencapaian tersebut, ketiganya menjalani latihan bersama di sela-sela perkuliahan. Ibnu Hazim menuturkan, mereka mengikuti kuliah pada pagi hari, kemudian melanjutkan latihan pada siang dan sore hari. Muammar, yang juga turun sebagai peserta, turut melatih kedua rekannya selama persiapan.

Bagi Ibnu Hazim, keberhasilan meraih emas menjadi pengalaman yang tidak disangka. Ia mengaku masih pemula dan mengikuti kejuaraan setelah diajak oleh Muammar dan Azhar.

“Saat dinyatakan sebagai pemenang, saya sedikit terkejut karena tidak menyangka akan jadi pemenang,” ungkapnya.

Momen paling menegangkan ia rasakan ketika duduk di kursi peserta, menunggu giliran masuk ke arena. Rasa cemas dan sedikit takut bercampur saat pertandingan sebelumnya hampir selesai.

Ibnu berusaha menenangkan diri dengan mengingat latihan yang telah dijalani serta kedisiplinannya menjaga pola makan dan tidur. Ia meyakinkan diri bahwa tugasnya adalah berusaha, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah. Dengan membaca basmalah dan mendapat dukungan rekan-rekannya, ia memasuki arena pertandingan.

Ketika kemenangan diraih, orang tua menjadi pihak yang paling ingin ia kabari. Malam sebelum keberangkatan, Ibnu telah menelepon mereka untuk menyampaikan rencana bertanding sekaligus meminta doa.

Muammar mewakili rekan-rekannya menerima piala Juara Umum I Kategori Dewasa Putra

Perjuangan berbeda dijalani Muammar. Ia mulai menekuni pencak silat untuk mengembangkan minat dan bakat, kemudian bertekad menyalurkannya melalui prestasi. Kesempatan berlatih menjadi bekalnya hingga dapat mengikuti kejuaraan.

Perjalanannya menuju final tidak mudah. Muammar menuturkan bahwa sebelumnya ia mengalami cedera, termasuk patah jari. Ia bersyukur dapat menuntaskan pertandingan hingga final dan membawa pulang medali perak.

Bagi Muammar, medali tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan, kerja keras, dan tekad yang telah dicurahkan. Namun, pencapaian itu tidak membuatnya berhenti menetapkan target.

“Perjuangan saya belum selesai. Saya akan kembali dengan latihan dan persiapan yang lebih matang untuk meningkatkan kualitas diri,” tuturnya.

Muammar berharap dapat meraih emas pada kejuaraan berikutnya. Ia ingin terus memperbaiki kemampuan sembari melibatkan Allah dalam setiap rencana dan usahanya.

Sementara itu, Azhar telah berlatih pencak silat sejak masih belajar di pondok dan beberapa kali mengikuti kejuaraan. Dalam ajang ini, ia menghadapi lawan yang disebutnya sebagai atlet praprovinsi asal Sinjai.

Azhar mengaku telah berjuang sekuat tenaga untuk meraih emas. Meski akhirnya memperoleh perunggu, ia membawa pulang pelajaran tentang ikhtiar, tawakal, dan pentingnya terus mengasah kemampuan.

“Kalah dalam pertandingan bukanlah kegagalan. Kegagalan itu ketika kita sudah berhenti berlatih,” ujarnya.

error code: 521 1