(STIBA.ac.id) Makassar — Dari sebuah gagasan, lahir keberanian untuk memulai. Semangat inilah yang mengiringi penyelenggaraan Ruwat Fest 2026, ajang perdana yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis (Ruwat IH) IAI STIBA Makassar sebagai ikhtiar memperkenalkan hadis kepada masyarakat melalui ruang-ruang yang lebih luas.
Mengusung tema “Membumikan Hadis, Melangitkan Peradaban,” Ruwat Fest 2026 resmi dibuka oleh Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., melalui pertemuan daring via Zoom pada Senin (12/10/2026). Pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua Senat IAI STIBA Makassar, Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., Ph.D., serta Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Ustaz Dr. Maulana La Eda, Lc., M.A.
Bagi panitia, penyelenggaraan perdana ini merupakan awal dari cita-cita besar. Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Ruwat Fest 2026 dan menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan penuh ambisi untuk langsung menjangkau skala nasional, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus.
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Rektor. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap hadis tidak cukup berhenti pada mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkannya. Diperlukan pula upaya sosialisasi yang kuat agar kedudukan dan fungsi hadis semakin dikenal masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan bahwa peradaban tidak dibangun dalam semalam.
“Cita-cita besar, saya kira, harus dimulai dengan menata batu bata sampai kita mendapatkan satu peradaban yang insyaallah mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Ruwat Fest 2026 menghadirkan empat cabang perlombaan: Hifz Hadis Arba’in An-Nawawiyah, Hifz Hadis Al-Arba’in fi Al-Ahkam, Karya Tulis Ilmiah, dan Video Kreatif. Keempat cabang ini membuka ruang bagi peserta untuk mengasah hafalan hadis, menuangkan pemikiran ilmiah, serta menyampaikan pesan-pesan hadis melalui media kreatif.
Ruwat Fest bukan tentang siapa yang menang. Lebih dari itu, ia adalah batu bata pertama dari bangunan yang diharapkan terus tumbuh. Menanamkan kecintaan terhadap hadis, mengasah potensi generasi muda, dan memperluas pengenalan hadis di tengah masyarakat.
Reporter: Musyarrif

