Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tengah (HIMA Sulteng) IAI STIBA Makassar menyelenggarakan pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Musyawarah Kerja (Musker) pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan ini mengangkat tema “Merawat Solidaritas, Menguatkan Sinergi, Menumbuhkan Rasa Saling Memiliki, untuk Hima Sulteng yang Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Hima Sulteng, Ustaz Mukran H. Utsman, Lc., M.H.I., Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, Ustaz Musta’an, S.Ag., M.Pd.I., serta pengurus dan anggota Hima Sulteng IAI STIBA Makassar.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, acara memasuki sesi sambutan yang diawali oleh Ketua Umum Hima Sulteng IAI STIBA Makassar Bayu Putra Ananda.
Dalam sambutannya, Ketua Umum menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes dan Musyker merupakan momentum penting bagi seluruh anggota untuk mempererat ukhuwah, memperkuat solidaritas, serta mengevaluasi perjalanan organisasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan dan penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan Hima Sulteng.
Ketua Umum juga mengharapkan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian musyawarah dengan penuh kesungguhan, mengedepankan semangat kebersamaan, serta melahirkan keputusan dan program kerja yang bermanfaat bagi organisasi. Dengan demikian, Hima Sulteng diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang solid, bersinergi, dan berkelanjutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, Ustaz Musta’an, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Hima Sulteng merupakan wadah pembinaan mahasiswa untuk membentuk pribadi yang tangguh, kuat secara mental, serta siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi sarjana, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi kader yang memiliki ketangguhan karakter dan kesiapan untuk terjun dalam dunia dakwah.
Beliau juga mengingatkan bahwa Hima Sulteng merupakan tempat untuk mendidik diri dan belajar. Oleh karena itu, mahasiswa harus senantiasa memanfaatkan masa perkuliahan dan kesempatan berorganisasi untuk meningkatkan kapasitas diri agar kelak dapat memberikan manfaat bagi orang lain, agama, dan bangsa.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga solidaritas dalam setiap proses musyawarah serta membangun sinergi di antara pengurus, anggota, dan pihak-pihak lainnya. Hima Sulteng diharapkan tidak menjadi organisasi yang eksklusif, tetapi mampu menjalin hubungan dan kerja sama yang baik, baik di lingkungan internal maupun dengan pihak eksternal. Semangat kebersamaan tersebut perlu terus dijaga agar organisasi dapat tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih luas.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa Mubes bukan sekadar agenda memilih ketua baru, melainkan juga menjadi momentum muhasabah diri dan organisasi. Sebagaimana pesan yang disampaikan, “Mubes bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum muhasabah diri dan organisasi. Mubes juga bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin setelah ini, tetapi tentang sejauh mana kita telah berjuang, apa yang telah kita capai, dan apa yang perlu kita perbaiki bersama.”
Setelah sambutan Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Pembina Hima Sulteng, Ustaz Mukran.
Dalam penyampaian materinya, beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan Hima Sulteng sebagai rumah bersama, yaitu tempat untuk belajar, bertumbuh, mempererat ukhuwah, dan membangun karakter. Organisasi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai wadah untuk menjalankan program kerja, tetapi juga sebagai tempat menempa diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Beliau juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip istimrar dan itqan dalam berorganisasi. Istimrar berarti menjaga konsistensi dan keberlanjutan dalam menjalankan amanah, sedangkan itqan berarti melaksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh, cermat, dan berkualitas. Kedua prinsip tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh pengurus dan anggota dalam menjalankan tanggung jawab serta melanjutkan perjuangan organisasi.
Melalui penyampaian materi tersebut, seluruh peserta diharapkan semakin memahami bahwa keberlangsungan organisasi bukan hanya bergantung pada sosok pemimpin, melainkan juga pada komitmen, kesungguhan, dan kontribusi setiap anggotanya. Dengan menjadikan organisasi sebagai rumah bersama, setiap anggota diharapkan mampu menjaga rasa saling memiliki dan berperan aktif dalam membangun Hima Sulteng yang lebih baik.

Secara keseluruhan, pembukaan Mubes dan Musyker Hima Sulteng IAI STIBA Makassar menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat solidaritas, membangun sinergi, serta menumbuhkan rasa saling memiliki terhadap organisasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengevaluasi perjalanan organisasi, menentukan arah kepemimpinan, menyusun program kerja, dan merumuskan langkah strategis demi keberlanjutan Hima Sulteng.
Dengan terlaksananya kegiatan pembukaan ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian Mubes dan Musyker dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah, serta menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi organisasi dan seluruh anggotanya.
Reporter: Muhammad Rifaldi

