info@stiba.ac.id +62 852 8888 1799

SMS Keputrian Dema IAI STIBA Makassar Ajak Muslimah Tetap Menuntut Ilmu di Tengah Beragam Peran dan Kesibukan

Feature - Kegiatan Mahasiswa

(STIBA.ac.id) Makassar – Departemen Kaderisasi Keputrian Dema Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Muslimah Spesial (SMS) pada 17 Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Di Tengah Kesibukan dan Beragam Peran, Masihkah Kita Punya Ruang untuk Belajar?”. Kegiatan ini dihadiri oleh 36 muslimah dari halakah Dirosa dan tahsin binaan mahasiswi IAI STIBA Makassar, dengan menghadirkan Ustazah Mutahharah, S.H., M.H., sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Ustazah Mutahharah, S.H., M.H., mengajak para peserta untuk kembali merenungkan pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menuntut ilmu dan merawat hati di tengah berbagai kesibukan.

“Di antara semua yang kita urus, pernahkah kita memberi ruang untuk mengurus hati dan ilmu kita sendiri?,” tanyanya mengawali materi.

Ia menegaskan bahwa banyaknya kesibukan dan beragamnya peran yang dijalani seorang muslimah tidak menggugurkan kewajibannya untuk menuntut ilmu agama. Sebaliknya, semakin banyak amanah yang diemban, semakin besar pula kebutuhan terhadap ilmu agar setiap peran dapat dijalankan dengan baik dan sesuai tuntunan syariat.

“Ilmu agama bukan hanya untuk ustazah. Ilmu adalah bekal agar setiap muslimah dapat menjalani kehidupannya dengan benar. Ada yang Allah amanahkan sebagai ibu, ada yang bekerja, mengajar, merawat orang tua, berkhidmat di masyarakat, atau menjalani beberapa peran sekaligus. Bentuk amanah kita mungkin berbeda, tetapi setiap amanah membutuhkan ilmu. Semakin banyak peran yang Allah amanahkan kepada seorang muslimah, semakin ia membutuhkan ilmu untuk menjalankan peran itu dengan benar,” jelasnya.

Selain menekankan pentingnya menuntut ilmu, Ustazah Mutahharah juga memberikan motivasi kepada para peserta agar senantiasa bersemangat menghadiri halakah-halakah ilmu. Ia mengajak para muslimah untuk mengubah cara pandang terhadap halakah, bukan sekadar sebagai tambahan aktivitas di tengah padatnya rutinitas, melainkan sebagai ruang untuk menenangkan hati dan memperbarui semangat.

“Jangan selalu melihat halakah sebagai tambahan pekerjaan. Sesekali lihatlah halakah sebagai tempat kita beristirahat. Bukan istirahat badan semata, tetapi istirahat hati. Mungkin justru halakah inilah jeda yang Allah berikan kepada kita,” ungkapnya.

Materi yang sarat akan nasihat dan motivasi tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi lebih jauh mengenai tantangan menuntut ilmu di tengah berbagai kesibukan serta amanah yang dijalani seorang muslimah.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada halakah yang telah menyelesaikan program Dirosa, serta peserta tercepat dan teraktif sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi mereka dalam mengikuti kegiatan.

Tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu dan spiritualitas, SMS turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Departemen Sosial Keputrian Dema. Layanan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan para muslimah, sehingga kegiatan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi keilmuan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta.

Melalui kegiatan Silaturahmi Muslimah Spesial ini, diharapkan para muslimah semakin menyadari bahwa kesibukan dan beragamnya peran bukanlah alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Justru dengan ilmu, setiap amanah dapat dijalankan dengan lebih baik, sementara halaqah menjadi salah satu ruang untuk menguatkan hati dan menjaga kedekatan kepada Allah di tengah riuhnya aktivitas kehidupan.

Reporter: Tim Humas Jurnalistik Putri IAI STIBA Makassar, Tiara