info@stiba.ac.id +62 852 8888 1799

UKK Raudhatul Huffaazh IAI STIBA Makassar Gelar Sima’an Kubra 30 Juz Bil Ghaib

Feature - Kegiatan Kampus - Kegiatan Mahasiswa

(STIBA.ac.id) Makassar – Unit Kegiatan Khusus (UKK) Raudhatul Huffaazh IAI STIBA Makassar menyelenggarakan Sima’an Kubra 30 Juz Bil Ghaib pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar. Mengusung tema “Menjaga Hafalan, Menguatkan Hati dengan Al-Qur’an”, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pengurus dan kader UKK Raudhatul Huffaazh.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat komitmen para penghafal Al-Qur’an dalam menjaga hafalan sekaligus membangun kebiasaan murajaah yang berkelanjutan. Sima’an Kubra juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling menyimak bacaan, menguji kesiapan hafalan, dan mempererat kebersamaan dalam lingkungan pembinaan Al-Qur’an di kampus.

Pembina UKK Raudhatul Huffaazh, Ustaz Abdullah Yusran, S.H., Lc., M.Ag., membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya menghadirkan hati ketika Al-Qur’an dibacakan. Interaksi dengan Al-Qur’an tidak terbatas pada menghafal dan membaca, tetapi juga mencakup kesungguhan dalam menyimak, menghayati, serta mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang dilantunkan.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-A‘raf ayat 204 yang memerintahkan kaum beriman untuk menyimak dan memperhatikan ketika Al-Qur’an dibacakan. Dengan demikian, Sima’an Kubra diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperdengarkan hafalan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperdalam kedekatan hati dengan Kalam Allah.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam tiga majelis berdasarkan pembagian juz hafalan, yaitu juz 1–10, juz 11–20, dan juz 21–30. Setiap peserta memperdengarkan hafalan sebanyak satu juz secara bil ghaib, yakni tanpa melihat mushaf. Ketiga majelis memulai kegiatan secara bersamaan sejak pukul 08.00 Wita dan berlangsung hingga sore hari, dengan peserta membaca secara bergantian sesuai giliran masing-masing.

Sepanjang kegiatan, lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar silih berganti dari ketiga majelis. Para peserta menyimak bacaan dengan penuh perhatian, sementara suasana masjid berlangsung khidmat. Pelaksanaan sima’an ini sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melatih ketelitian dan kesungguhan dalam menjaga hafalan.

Lebih dari sekadar menguji kekuatan hafalan, kegiatan ini mengingatkan bahwa hafalan Al-Qur’an merupakan amanah yang membutuhkan pemeliharaan secara terus-menerus. Murajaah tidak semestinya hanya dilakukan ketika akan mengikuti tasmi’ atau menghadapi kegiatan tertentu, tetapi perlu menjadi bagian dari rutinitas harian seorang penghafal Al-Qur’an.

Semangat tersebut juga menjadi tantangan bagi UKK Raudhatul Huffaazh dalam menjalankan perannya sebagai wadah pembinaan mahasiswa. Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya acara, tetapi juga dari kebiasaan baik yang tumbuh setelahnya, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan murajaah dan memperkuat hubungan mahasiswa dengan Al-Qur’an.

Di sisi lain, mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab akademik dan amanah organisasi yang harus ditunaikan. Karena itu, kedekatan dengan Al-Qur’an perlu berjalan seiring dengan kesungguhan menuntut ilmu, kedisiplinan mengatur waktu, dan tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ke depan, UKK Raudhatul Huffaazh berharap Sima’an Kubra dapat dilaksanakan secara rutin, minimal satu hingga dua kali dalam sebulan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjangkau peserta yang lebih luas, termasuk para muhaffizh dan mahasiswa IAI STIBA Makassar secara umum.

Melalui pelaksanaan Sima’an Kubra, UKK Raudhatul Huffaazh berupaya menghidupkan semangat menjaga hafalan dan membangun budaya Qur’ani di lingkungan kampus. Harapannya, Al-Qur’an tidak hanya hadir dalam majelis-majelis kegiatan, tetapi juga senantiasa menyertai keseharian mahasiswa melalui bacaan, murajaah, penghayatan, dan pengamalan dalam kehidupan.

Reporter: Muhammad Shadiq Nurman