(STIBA.ac.id) Makassar – Himpunan Mahasiswa KIP (HIMAKIP) IAI STIBA Makassar menyelenggarakan Seminar Prestasi bertema “Dari Beasiswa Menuju Karya: Membangun Portofolio Prestasi dan Kepemimpinan Visioner” di Gedung Rektorat Lantai 4 IAI STIBA Makassar, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Seminar dihadiri oleh seluruh pengurus HIMAKIP IAI STIBA Makassar dan pengurus HIMAKIP Putri IAI STIBA Makassar.
Turut hadir Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Dr. Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Pembina HIMAKIP IAI STIBA Makassar, Ustaz Muh. Ridwan, S.Pd., M.Pd., dan Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Himakip IAI STIBA Makassar, Ahmad Faried, serta tamu undangan utusan dari IKAB-KIP Unhas.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua HIMAKIP IAI STIBA Makassar, Said Muhaimin. Setelah itu, kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAI STIBA Makassar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tausiah dan nasihat penting terkait pelaksanaan seminar serta pentingnya membangun prestasi dan mengembangkan potensi diri sebagai mahasiswa penerima beasiswa.
Memasuki acara inti, Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal menyampaikan materi Seminar Prestasi. Dalam pemaparannya, ia membagikan wawasan, motivasi, dan pelajaran mengenai pentingnya membangun portofolio prestasi, mengembangkan kapasitas diri, memanfaatkan peluang beasiswa dengan sebaik-baiknya, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang visioner. Pengalaman dan pengetahuan yang ia bagikan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menggali lebih dalam materi dari narasumber. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama narasumber sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan.
Reporter: Muh. Faizal Bahri

