(STIBA.ac.id) Makassar – Unit Kegiatan Khusus (UKK) Biro Rumah Tangga Masjid (BRTM) Anas bin Malik IAI STIBA Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Imam dan Muadzin pada Jumat sore (18/09/2026). Bertempat di Lantai 2 Masjid Anas bin Malik Kampus IAI STIBA Makassar, kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa dan peserta umum.
Mengusung tema “Paham Fikihnya, Raih Keutamaannya: Menjadi Imam dan Muazin yang Berilmu dan Bertakwa”, panitia menghadirkan Ustaz Surahman Yatie, Lc., M.Ag., Dosen IAI STIBA Makassar, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Ustaz Surahman mengupas tuntas urgensi, keutamaan, hingga fikih seputar imam dan muazin.

Imam Sebagai Teladan Masyarakat
Ustaz Surahman menegaskan bahwa menjadi imam salat (Imamah Ash-Shugra) adalah kedudukan yang sangat terhormat, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Khulafaur Rasyidin pun pernah menjadi imam.
“Seorang imam adalah tokoh teladan dalam kehidupan bermasyarakat sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Seorang imam tidak boleh terlihat melakukan hal-hal yang membuang waktu seperti bermain game, bergaul dengan lingkungan yang tidak benar, atau ber-ikhtilath,” tegas beliau.
Kriteria utama seorang imam adalah mereka yang hafalan Al-Qur’annya paling baik dan pemahaman fikih salatnya paling mendalam, bukan sekadar suaranya. Narasumber juga menekankan bahwa imam wajib memahami syarat, rukun, wajib, hingga sunah-sunah salat beserta konsekuensi jika ditinggalkan.
Beberapa adab imam yang ditekankan antara lain: meringankan salat dengan tetap menjaga kesempurnaan (termasuk memperhatikan kondisi makmum), membaca surah lebih panjang di rakaat pertama, menghadap ke makmum setelah salam, dan menempatkan sutrah sebelum salat.
Ia juga memaparkan beberapa studi kasus: dibolehkan bagi anak kecil (yang mumayyiz) atau orang buta menjadi imam, dibolehkan orang bertayamum mengimami yang berwudu, serta sahnya perbedaan niat antara imam dan makmum.
Keutamaan dan Adab Muazin
Hukum mengumandangkan azan dan iqamah adalah fardu kifayah bagi laki-laki. Bahkan, bagi orang yang salat sendirian pun sangat dianjurkan untuk tetap azan.
“Muazin memiliki keutamaan luar biasa. Aktivitas mereka dinilai sebagai bentuk dakwah, mendapat kedudukan tinggi di akhirat, diampuni dosanya, dan segala sesuatu yang mendengarkan suaranya akan menjadi saksi di hari kiamat,” jelas Ustaz Surahman.
Syarat sah muazin adalah muslim, mumayyiz, berakal, laki-laki, dan amanah. Adapun adabnya meliputi: dalam keadaan suci, berdiri menghadap kiblat di tempat yang tinggi, meletakkan tangan di telinga, menoleh ke kanan dan kiri pada lafaz tertentu, serta melafazkan dengan tartil tanpa tergesa-gesa agar tidak mengubah makna.
Melalui pelatihan ini, UKK BRTM Anas bin Malik berharap dapat mencetak generasi imam dan muazin yang tidak hanya merdu suaranya, tetapi juga kokoh pemahaman fikihnya dan bertakwa dalam kesehariannya.
Reporter: Fathradillah Rifaldi
