Orang Tua Wisudawan IAI STIBA Makassar: Gelar Bukan Akhir, yang Utama Anak Tetap Dekat kepada Allah

(STIBA.ac.id) Makassar — Kebahagiaan orang tua saat melihat anak menyelesaikan pendidikan tinggi bukan hanya tentang gelar yang diraih atau ijazah yang dibawa pulang. Lebih dari itu, ada harapan besar agar ilmu yang diperoleh semakin menguatkan iman, ketakwaan, dan kedekatan seorang anak kepada Allah.

Pesan itu disampaikan Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, saat mewakili orang tua calon wisudawan dalam acara Ramah Tamah Wisuda IX Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar Tahun Akademik 1447–1448 H/2025–2026 M.

Menariknya, Dr. Andi Jam’an bukan kali pertama mendampingi anaknya menempuh pendidikan di IAI STIBA Makassar. Tiga anaknya tercatat sebagai alumni kampus ini. Putri pertamanya, Andi Nur Afifah, merupakan alumni tahun 2018 yang kini menjadi dosen dan kandidat doktor di International Islamic University Islamabad (IIUI), Pakistan. Putri keduanya, Andi Rafikah Rahmah, alumni tahun 2021, saat ini tengah menyelesaikan pendidikan magister di UIN Alauddin Makassar. Sementara anak ketiganya, Andi Muh. Fadhil, menjadi salah satu wisudawan pada Wisuda IX IAI STIBA Makassar tahun 2026.

Pengalaman mengantarkan tiga anak menempuh pendidikan di IAI STIBA Makassar itu membuat pesan yang ia sampaikan malam tersebut terasa semakin personal. Di hadapan pimpinan, sivitas akademika, para orang tua, serta calon wisudawan dan wisudawati, ia mengajak hadirin melihat kelulusan bukan semata-mata dari pencapaian akademik.

Kekhawatiran Terbesar Orang Tua

Menurut Andi Jam’an, selesainya tugas, ujian, hafalan, dan berbagai perjuangan selama kuliah tentu menghadirkan kebahagiaan bagi orang tua. Namun, ada kekhawatiran yang jauh melampaui urusan pekerjaan, karier, ataupun keberhasilan materi.

Ia mengingatkan kisah Nabi Ya‘qub alaihissalam dalam Surah al-Baqarah ayat 133. Menjelang akhir kehidupannya, perhatian Nabi Ya‘qub justru tertuju pada perkara paling mendasar: kepada siapa anak-anaknya akan menyembah setelah dirinya tiada.

Dari kisah tersebut, Andi Jam’an mengajak para orang tua merenungkan kondisi anak-anak mereka setelah menyandang gelar sarjana: apakah hubungan mereka kepada Allah tetap terjaga dan semakin kuat.

Baginya, anak yang memiliki ketakwaan, tauhid, dan akidah yang kokoh merupakan kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada sekadar gelar tinggi atau karier yang mapan.

Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

Kepada para calon wisudawan, Andi Jam’an mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir.

“Perjalanan Anda belum berakhir pada titik ini. Ini baru permulaan.”

Setelah menyandang gelar sarjana, para lulusan justru memasuki fase baru untuk membuktikan ilmu yang telah diperoleh melalui sikap, akhlak, karya, dan pengabdian di tengah masyarakat.

Sebagai orang tua sekaligus pendidik, ia menilai keberhasilan pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memperoleh ijazah. Kebahagiaan seorang pendidik juga hadir ketika melihat anak didiknya mampu mempertahankan iman dan ketakwaannya dalam berbagai keadaan.

Orang Tua Tidak Bertransaksi dengan Anak

Salah satu bagian yang menyentuh dari pesannya adalah ketika Andi Jam’an menggambarkan besarnya pengorbanan orang tua.

Bertahun-tahun orang tua membiayai pendidikan, mendoakan, mendampingi, dan menghadapi berbagai kesulitan bersama anak-anaknya. Namun, semua pengorbanan itu tidak pernah dihitung sebagai utang yang kelak harus dikembalikan.

Bagi orang tua, melihat anak berhasil menyelesaikan pendidikan sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Harapan berikutnya adalah agar sang anak terus membawa kebaikan, bertanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat, serta tetap istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.

Terima Kasih kepada Para Pendidik

Dalam kesempatan tersebut, Andi Jam’an juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor, jajaran pimpinan, para ustaz dan ustazah, dosen, pembina, serta seluruh sivitas akademika IAI STIBA Makassar.

Menurutnya, pendidikan yang diterima mahasiswa di kampus bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan penanaman nilai-nilai kehidupan.

Atas nama para orang tua, ia menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengorbanan para pendidik dalam membersamai mahasiswa selama masa studi.

Pada akhirnya, pesan Dr. Andi Jam’an malam itu seperti merangkum harapan banyak orang tua. Di balik toga dan gelar sarjana ada doa panjang serta pengorbanan yang tidak pernah dihitung. Dan di atas semua pencapaian duniawi, ada satu harapan yang tetap utama: agar anak-anak mereka senantiasa dekat kepada Allah dan berjalan dalam iman serta ketakwaan.

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

汽水音乐

爱思助手PC版

1