(STIBA.ac.id) Makassar – Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab (Hima Permaz) IAI STIBA Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Advokasi pada Rabu (21/10/2026). Mengusung tema “Mencetak Advokat Muda yang Responsif dan Solutif”, kegiatan ini berlangsung di Lantai 4 Gedung Rektorat IAI STIBA Makassar, mulai bakda Asar hingga menjelang azan Magrib.
Sekolah Advokasi ini digelar sebagai wadah strategis untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa serta membahas berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membangun ruang dialog yang terbuka, objektif, dan bertanggung jawab, mendorong nalar kritis, serta memperkuat solidaritas dan sinergi antarpihak dalam melahirkan solusi berlandaskan musyawarah.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi, Ketua Umum Hima Permaz, Muh. Ridho Athoura, menegaskan pentingnya memiliki sikap responsif yang diimbangi dengan kemampuan menghadirkan solusi konkret.
“Salah satu tujuan utama dari Sekolah Advokasi ini adalah mencetak advokat-advokat muda yang tidak hanya responsif, tetapi juga solutif. Sebab, percuma jika kita hanya responsif terhadap isu yang ada, tetapi tidak mampu memberikan solusi nyata, hal itu sama saja dengan dikali nol,” tegas Muh. Ridho Athoura.
Sesi materi menghadirkan Muh. Afdal, Presiden Mahasiswa Dema IAI STIBA Makassar, yang membawakan topik bertajuk “Training Advokasi: Membangun Jiwa Advokat dalam Ruang Hima Permaz”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna advokasi secara bahasa sebagai pembelaan, sedangkan secara istilah merupakan upaya pembelaan untuk merebut atau mendapatkan kembali hak-hak yang terabaikan, baik secara individu maupun kelompok. Ia juga mengaitkan peran advokasi dengan hak-hak mendasar bangsa Indonesia, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, dan keamanan.
Sesi materi berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan advokasi dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Salah seorang peserta, M. Zayyan Islami Mastie, menyampaikan kesan dan pesannya usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Setelah mengikuti Sekolah Advokasi, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru tentang pentingnya menyuarakan aspirasi serta peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Semoga ilmu yang didapatkan bisa diterapkan, khususnya dalam memahami politik Islam yang berlandaskan nilai keadilan, amanah, dan kemaslahatan umat. Harapannya, kita tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga mampu memberikan solusi positif sebagaimana disampaikan oleh pemateri,” ungkap Zayyan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Hima Permaz berharap para peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai advokasi secara bijak dan bertanggung jawab demi terciptanya kemaslahatan bersama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Reporter: Muh. Aufin

