info@stiba.ac.id +62 852 8888 1799

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar Al-Qur’an, Taklim Pengurus Dema Hadir Bersama Masyarakat

Feature - Kegiatan Mahasiswa

(STIBA.ac.id) Maros – Taklim Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI STIBA Makassar mengangkat pesan pentingnya mempelajari Al-Qur’an tanpa mengenal batas usia. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Al Jannah Bina Sarana Residen Maros, Kamis (22 Oktober 2026), dan dihadiri oleh masyarakat sekitar serta seluruh pengurus Dema IAI STIBA Makassar.

Taklim ini menghadirkan Muh. Rezky Alfahrezy, selaku Kepala Pusat Pengembangan Dakwah Mahasiswa (PPDM), sebagai pemateri.

Dalam penyampaiannya, Muh. Rezky Alfahrezy mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Setiap Muslim hendaknya memanfaatkan waktunya untuk mempelajari kitabullah, memperbaiki bacaan, serta bersungguh-sungguh dalam menghafalnya. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Ia juga menekankan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membacanya, tetapi harus disertai upaya memahami makna dan mengamalkan isinya. Selain itu, orang tua diingatkan untuk menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai investasi akhirat bagi anak-anak mereka dengan berusaha menjadi orang pertama yang mengenalkan dan mengajarkannya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat dan para pengurus untuk tidak merasa malu ataupun menganggap diri terlalu tua untuk belajar Al-Qur’an. Sebaliknya, setiap Muslim hendaknya mulai mencari halaqah-halaqah Al-Qur’an agar dapat belajar bersama dan saling menguatkan dalam kebaikan. Menjaga keluarga dari api neraka serta memperbanyak doa kepada Allah juga menjadi bagian dari pesan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus sarana memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Panitia turut menyampaikan terima kasih kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jannah Bina Sarana Residen yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk menyelenggarakan taklim bersama masyarakat.

Reporter: Muh. Mutashim