Antar Lima Mahasiswa Baru dari Aceh ke IAI STIBA Makassar, Mudir Daarut Tibyaan Titip Harapan untuk Kader Dakwah Serambi Mekkah

(STIBA.ac.id) — Jarak ribuan kilometer tidak menyurutkan langkah lima calon mahasiswa asal Aceh untuk menuntut ilmu di IAI STIBA Makassar. Mereka datang dari sejumlah daerah di Tanah Rencong, yakni Bireuen, Aceh Besar, Kutacane, dan Takengon, Aceh Tengah.

Kelima mahasiswa baru tersebut didampingi langsung oleh Ustaz Hadhirin bin Usman atau yang akrab disapa Ustaz Yasir, Mudir Ma’had Daarut Tibyaan, Banda Aceh. Mereka merupakan santri dan santriwati dari ma’had yang dipimpinnya. Salah seorang di antaranya merupakan titipan Ustaz Hatta Rajawa dari Ma’had Arabwah, Indrapuri, Aceh Besar.

Dari lima mahasiswa baru tersebut, dua di antaranya adalah mahasiswa putri yang bersaudara. Keduanya juga turut didampingi oleh ayah mereka dalam perjalanan menuju Makassar.

Menurut Ustaz Hadhirin, para santrinya memilih IAI STIBA Makassar karena ingin mengambil manfaat dari ilmu, pendidikan, dan pembinaan adab yang diberikan para asatizah di kampus tersebut.

“Mereka ingin istifadah ilmu, tarbiah, dan adab dari asatizah Makassar,” ujarnya.

Keputusan untuk turut mengantar mereka bukan tanpa alasan. Bagi sebagian santrinya, perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertama merantau jauh dari kampung halaman demi menuntut ilmu. Karena itu, menurutnya, mereka masih membutuhkan pendampingan dan bimbingan selama perjalanan.

Perjalanan dari Aceh menuju Makassar pun ditempuh melalui rute Aceh–Kuala Lumpur–Makassar. Rute tersebut dipilih sebagai salah satu cara menekan biaya perjalanan yang cukup besar.

Namun, perjalanan itu juga membawa kenangan tersendiri bagi Ustaz Hadhirin. Makassar bukan kota yang asing baginya. Ia pernah menimba ilmu di kota ini sekitar 19 tahun lalu.

“Selain untuk menghemat biaya, sekaligus kami melepaskan rindu dengan asatizah dan Kota Makassar, tempat kami pernah menimba ilmu yang telah kami tinggalkan 19 tahun yang lalu,” tuturnya.

Kala itu, ia sempat belajar di Tahfizhul Qur’an Kassi yang berada di bawah binaan almarhum Ustaz Usman Laba, Lc. Setelah hampir dua dekade berlalu, kini ia kembali ke Makassar dengan peran berbeda: mengantar generasi muda Aceh untuk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu.

Harapan besar pun dititipkan kepada kelima mahasiswa tersebut. Para orang tua berharap anak-anak mereka dapat belajar dengan baik selama berada di IAI STIBA Makassar dan kelak membawa pulang ilmu yang diperoleh untuk masyarakat Aceh.

“Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar dengan baik di kampus yang mulia ini. Ketika pulang, mereka bisa mengajarkan ilmu dan berdakwah di bumi Serambi Mekkah,” kata Ustaz Hadhirin menyampaikan harapan para orang tua.

Ia juga berharap para santrinya kelak tumbuh menjadi generasi berilmu yang memiliki kedalaman iman dan kemuliaan akhlak.

“Semoga mereka bisa menjadi ahlul ilmi yang rabbani, berakhlak mulia, dan juga bisa meneruskan pendidikan di Kota Nabi,” harapnya.

Lebih jauh, Ustaz Hadhirin menyimpan harapan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh para mahasiswa tersebut nantinya turut memperkuat pengembangan pendidikan Islam di daerah asal mereka.

Ia berharap mereka kelak dapat menjadi kader penerus Ma’had Daarut Tibyaan yang saat ini sedang dirintis dan dikembangkan di Aceh.

Dengan keberangkatan lima mahasiswa tersebut, perjalanan menuntut ilmu dari ujung barat Indonesia menuju Makassar bukan sekadar perpindahan tempat belajar. Di baliknya tersimpan harapan agar ilmu yang diperoleh kelak kembali mengalir ke daerah asal, melahirkan pengajar, dai, dan generasi penerus dakwah di bumi Serambi Mekkah.

纸飞机

搜狗输入法下载

快连VPN

安卓模拟器下载

Telegram中文

Telegram中文

电报

Telegram下载

wps下载

有道

1