Merantau dari Aceh Tengah ke Makassar, Kakak Beradik Ini Pilih IAI STIBA Makassar untuk Menuntut Ilmu

(STIBA.ac.id) Makassar — Jarak ribuan kilometer dari Aceh Tengah ke Makassar tak menyurutkan langkah kakak beradik Siska Maharani dan Mawaddah untuk melanjutkan pendidikan. Demi mendalami ilmu syar’i dan bahasa Arab dalam lingkungan yang mendukung, keduanya meninggalkan kampung halaman dan memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa IAI STIBA Makassar.

Siska dan Mawaddah merupakan dua dari lima mahasiswa baru asal Aceh yang datang ke Makassar dengan pendampingan Ustaz Hadhirin bin Usman atau Ustaz Yasir, Mudir Ma’had Daarut Tibyaan, Banda Aceh. Selain didampingi Ustaz Hadhirin, keduanya juga diantar langsung oleh ayah mereka.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi keduanya merantau jauh untuk menuntut ilmu.

Mereka berangkat dari kampung halaman dengan perlengkapan sederhana. Bahkan, menurut penuturan keduanya, mereka hanya membawa satu koper berisi pakaian dan belum membawa banyak kebutuhan asrama. Namun, keterbatasan itu tidak mengurangi semangat untuk memulai kehidupan sebagai mahasiswa di tanah rantau.

Keputusan memilih IAI STIBA Makassar bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba.

Sebelumnya, Siska telah menyelesaikan program D-2 di LIPIA Banda Aceh. Ketika sejumlah rekannya bersiap melanjutkan studi ke LIPIA Jakarta, Siska dan Mawaddah justru mempertimbangkan pilihan lain.

Keduanya kemudian mendaftar di dua perguruan tinggi, yakni LIPIA Bogor dan IAI STIBA Makassar. Mereka dinyatakan lulus di keduanya.

Setelah melalui sejumlah pertimbangan, pilihan akhirnya jatuh kepada IAI STIBA Makassar.

Salah satu alasan utama adalah sistem pendidikan berasrama yang dinilai dapat membantu mereka lebih fokus belajar sekaligus menjaga kemampuan bahasa Arab.

“Bahasa Arab kalau tidak dipraktikkan akan mudah lupa. Kami memilih IAI STIBA Makassar karena memiliki sistem asrama, sementara kampus lain yang kami daftar tidak menyediakan asrama,” ujar Siska saat diwawancarai di Kampus Putri IAI STIBA Makassar, Rabu (26/8/2026).

Bagi Mawaddah, kehidupan berasrama juga membuatnya tidak perlu memikirkan tempat tinggal di luar kampus. Ia berharap lingkungan kampus dapat mendukung proses belajar, pembinaan, serta praktik bahasa Arab secara lebih intensif.

Berawal dari Ma’had Daarut Tibyaan

Perkenalan keduanya dengan IAI STIBA Makassar bermula dari Ma’had Daarut Tibyaan, Banda Aceh, tempat mereka sebelumnya menimba ilmu.

Rekomendasi para ustaz yang merupakan alumni IAI STIBA Makassar menjadi salah satu faktor yang mengenalkan keduanya lebih jauh dengan kampus tersebut. Keyakinan mereka semakin kuat setelah Rektor IAI STIBA Makassar berkunjung dan mengisi daurah di ma’had tersebut.

Meski demikian, keputusan merantau hingga Makassar sempat menjadi pertimbangan besar bagi keluarga.

Orang tua mereka pada awalnya berharap kedua putrinya dapat melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa yang secara jarak dan akses dinilai lebih dekat dibandingkan Makassar. Namun, setelah mempertimbangkan rekomendasi para ustaz serta sistem pembinaan dan kehidupan berasrama di IAI STIBA Makassar, orang tua akhirnya memberikan restu.

Ustaz Hadhirin menjelaskan bahwa para santri yang dibawanya ke Makassar memang memiliki keinginan untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari proses pendidikan di IAI STIBA.

“Mereka ingin istifadah ilmu, tarbiah, dan adab dari asatizah Makassar,” ujarnya.

Karena sebagian dari mereka baru pertama kali merantau jauh untuk menuntut ilmu, Ustaz Hadhirin memilih mendampingi perjalanan tersebut hingga tiba di Makassar.

Dua Setengah Hari Menuju Makassar

Perjalanan Siska dan Mawaddah menuju Makassar menjadi pengalaman tersendiri.

Dari Aceh Tengah, mereka terlebih dahulu menempuh perjalanan darat sekitar enam jam menuju Banda Aceh. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan penerbangan melalui Kuala Lumpur, Malaysia.

Di Kuala Lumpur, rombongan harus menunggu sejak sekitar pukul 19.00 hingga pukul 07.00 keesokan harinya sebelum melanjutkan penerbangan menuju Makassar.

Keseluruhan perjalanan dari kampung halaman hingga tiba di Makassar memakan waktu sekitar dua setengah hari.

Transit di Kuala Lumpur juga menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah proses perjalanan harus mereka urus secara mandiri. Kehadiran Ustaz Hadhirin sebagai pendamping membuat perjalanan panjang tersebut terasa lebih ringan, terutama bagi para mahasiswa yang baru pertama kali merantau jauh dari keluarga.

Mulai Beradaptasi dengan Kehidupan Kampus

Setibanya di IAI STIBA Makassar, Siska dan Mawaddah mulai menjalani proses adaptasi dengan kehidupan kampus.

Keduanya mengakui sempat merasakan kekagetan pada masa-masa awal, terutama ketika mulai berhadapan dengan kedisiplinan dan sejumlah aturan yang diterapkan dalam kehidupan kampus dan asrama.

Namun, keramahan lingkungan kampus perlahan membantu mereka beradaptasi.

Interaksi dengan para pengajar menjadi salah satu pengalaman awal yang paling berkesan. Menurut keduanya, kesabaran dan keramahan para ustazah dalam mengajar dan membimbing membuat suasana belajar terasa lebih nyaman.

Kini, Siska dan Mawaddah memasuki babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.

Keduanya berharap dapat memperdalam ilmu-ilmu syar’i, meningkatkan kemampuan bahasa Arab hingga mampu menggunakannya dengan baik, serta membentuk pribadi yang lebih matang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Harapan yang sama juga datang dari keluarga dan para pembimbing mereka di Aceh.

Bagi Siska dan Mawaddah, perjalanan dari Aceh Tengah menuju Makassar akhirnya bukan sekadar perjalanan ribuan kilometer meninggalkan kampung halaman. Perjalanan itu menjadi awal dari ikhtiar panjang menjemput ilmu dengan harapan suatu hari dapat membawanya kembali untuk memberi manfaat di tanah kelahiran.

Reporter: Tim Humas Jurnalistik Putri IAI STIBA Makassar — Fathimah Az-Zahrah Izzuddin, Nafi’ah, dan Mutia Azhani

Narasumber: Siska Maharani dan Mawaddah, Mahasiswi IAI STIBA Makassar asal Aceh Tengah

Tanggal Wawancara: 26 Agustus 2026

Tempat: Kampus Putri IAI STIBA Makassar

纸飞机

搜狗输入法下载

快连VPN

安卓模拟器下载

Telegram中文

Telegram中文

电报

Telegram下载

wps下载

有道

1