IAI STIBA Makassar Buka Tahun Akademik 2026/2027, Dirut PT PAL Isi Kuliah Perdana

(STIBA.ac.id) Makassar — Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar mengawali Semester Ganjil Tahun Akademik 1448–1449 H/2026–2027 M dengan menggelar Kuliah Perdana, Senin (31/8/2026). Kegiatan menghadirkan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., sebagai narasumber dengan tema “Islam, Sains, dan Peradaban: Membangun Generasi Muslim untuk Masa Depan Indonesia.”

Kuliah perdana diikuti mahasiswa secara langsung di Masjid Anas bin Malik, Kampus IAI STIBA Makassar. Sementara mahasiswi mengikuti rangkaian kegiatan dari Aula Gedung Aisyah, Kampus Putri, melalui siaran STIBA TV.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Rektor IAI STIBA Makassar, Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., serta sambutan Ketua Senat IAI STIBA Makassar, Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., Ph.D., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas dimulainya kembali aktivitas akademik setelah rangkaian penerimaan dan orientasi mahasiswa baru selesai dilaksanakan. Ia menyebut kuliah perdana menjadi penanda dimulainya berbagai aktivitas akademik, kemahasiswaan, serta kegiatan pendukung lainnya pada tahun akademik baru.

Rektor juga mengungkapkan bahwa target penerimaan 600 mahasiswa baru pada tahun ini berhasil dicapai. Bahkan, menurutnya, jumlah tersebut melampaui target apabila mahasiswa program pascasarjana turut diperhitungkan. Capaian itu disebut sebagai buah dari taufik Allah serta kerja keras seluruh pengelola dan panitia penerimaan mahasiswa baru.

Mengawali perjalanan akademik baru, Rektor mengajak mahasiswa memperbaiki niat, memulai perubahan dari diri sendiri, serta menjaga konsistensi dalam menuntut ilmu. Menurutnya, motivasi memang dapat membawa seseorang sampai pada titik awal sebuah perjalanan, tetapi konsistensilah yang akan mengantarkannya hingga tujuan akhir. Ia juga mengingatkan bahwa konsistensi tidak dapat dilepaskan dari taufik dan pertolongan Allah.

Sementara itu, Ketua Senat IAI STIBA Makassar Ustaz Muhammad Yusran Anshar dalam sambutannya mengajak mahasiswa memiliki himmah ‘aliyah, yakni cita-cita dan tekad yang tinggi dalam kebaikan. Ia mengangkat perjalanan hidup Dr. Kaharuddin Djenod sebagai salah satu contoh bagaimana sebuah cita-cita sejak masa muda dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.

Ustaz Muhammad Yusran juga menekankan pentingnya setiap orang mengoptimalkan bakat dan kemampuan yang Allah karuniakan untuk memberikan manfaat. Menurutnya, kontribusi tidak harus berada pada bidang yang sama. Ada yang berperan mengembangkan teknologi, ada yang mendidik, dan ada pula yang berdakwah. Seluruh peran tersebut dapat bertemu dalam semangat bekerja sama dan berkhidmat untuk umat.

Ia kemudian secara resmi membuka Tahun Akademik 1448–1449 H/2026–2027 M dan berharap seluruh sivitas akademika mendapatkan taufik serta kemudahan dalam menjalani semester yang baru.

Islam, Sains, dan Peradaban

Memasuki sesi utama, Dr. Kaharuddin Djenod mengajak mahasiswa melihat hubungan erat antara Islam, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan peradaban.

Dalam pemaparannya, ia mengangkat berbagai contoh perjalanan peradaban, mulai dari kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam dan pembangunan bahtera, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan Islam, hingga kemajuan industri maritim sejumlah negara.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai negara maritim. Potensi tersebut tidak cukup hanya disadari, tetapi perlu dijawab melalui penguasaan ilmu, teknologi, industri, serta kesiapan generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Kepada mahasiswa IAI STIBA Makassar, Dr. Kaharuddin memberikan pesan khusus agar masa pendidikan di kampus dimanfaatkan untuk memperkuat akidah dan akhlak sebagai fondasi utama. Di saat yang sama, mahasiswa juga didorong membangun life skill, kemampuan berkomunikasi, jiwa entrepreneurship, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Ia juga mengingatkan agar generasi Muslim tidak membangun dikotomi antara ilmu agama dan sains. Kemudahan memperoleh pengetahuan pada era digital, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai bidang yang dapat memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Kuliah perdana berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Sejumlah pertanyaan mengemuka, mulai dari arah hidup generasi muda hingga masa depan industri dan kekuatan maritim Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama, penampilan hafalan mutun, serta pemberian apresiasi kepada dosen, pengelola, mahasiswa, dan mahasiswi teladan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Kuliah perdana ini menjadi pembuka perjalanan akademik baru bagi seluruh mahasiswa IAI STIBA Makassar sekaligus membawa pesan bahwa pendidikan tidak berhenti pada penguasaan ilmu, tetapi diarahkan untuk membentuk generasi Muslim yang kokoh dalam nilai-nilai keislaman, memiliki kompetensi, serta siap memberikan kontribusi bagi umat dan Indonesia.

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

1