(STIBA.ac.id) Gowa — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) IAI STIBA Makassar turut berkontribusi dalam pelaksanaan Tahfiz Camp XI MTs Al-Bashirah yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Lembah Biru, Malino. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MTs Al-Bashirah Makassar ini melibatkan para guru, mahasiswa PLP IAI STIBA Makassar, dan siswa sebagai upaya meningkatkan hafalan Al-Qur’an sekaligus menghadirkan pengalaman rihlah edukatif di luar lingkungan sekolah.
Tahfiz Camp XI menjadi salah satu bentuk pembinaan siswa yang memadukan penguatan hafalan Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, aktivitas jasmani, dan kebersamaan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga hafalan serta menumbuhkan kedisiplinan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan menuju lokasi, dilanjutkan dengan salat berjemaah, pengarahan panitia, penyampaian tata tertib, zikir petang, dan halakah Al-Qur’an. Pada hari kedua, peserta mengikuti salat lail, salat Subuh berjemaah, halakah Al-Qur’an, zikir pagi, olahraga, serta aktivitas berenang dan ice breaking. Kegiatan malam dilanjutkan dengan Malam Apresiasi dan Seni Siswa (MANIS) yang menjadi wadah kebersamaan dan kreativitas peserta.

Pada hari ketiga, kegiatan kembali diisi dengan ibadah berjemaah dan halakah Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peserta dan kelompok dalam kategori setoran murajaah terbanyak, ketua kelompok terbaik, dan kelompok terkompak sebelum seluruh peserta bersiap kembali.
Dalam kegiatan ini, enam mahasiswa PLP IAI STIBA Makassar—Ahsanul Khuluq, Aco Nurwahid Ramadan, Syahrul Ramadhan Syahrir, La Ode Muhammad Valen, Amir Zharif Ahkam, dan Jalal Hamdi Hasan—berperan sebagai pembina yang mendampingi siswa melalui halakah Al-Qur’an dan kelompok. Mereka turut membantu para guru serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman nyata dalam mengembangkan kemampuan pendampingan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Guru pamong mahasiswa PLP, Muhammad Akmal, S.H., Gr., memberikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
“Kehadiran mahasiswa PLP dalam kegiatan Tahfiz Camp XI memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan. Kami melihat semangat, keaktifan, dan kesungguhan mereka dalam mengambil peran, bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari tim yang turut menyukseskan kegiatan. Ketekunan dalam membantu para guru, kesediaan mendampingi siswa dalam halakah Al-Qur’an, serta tanggung jawab dalam membina kelompok menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat pengabdian dan kemauan belajar yang baik.”
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala MTs Al-Bashirah, Zulkifli, S.Pd., yang menilai keterlibatan mahasiswa PLP sebagai bagian dari sinergi positif dalam mendukung kegiatan pendidikan di sekolah.

Pelaksanaan Tahfiz Camp XI tidak hanya menjadi sarana penguatan hafalan Al-Qur’an bagi siswa, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa PLP untuk memahami peran pendidik secara lebih menyeluruh. Pengalaman mendampingi siswa dan bekerja sama dengan para guru menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan secara profesional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin baik antara mahasiswa PLP dan pihak sekolah dalam mendukung pembinaan peserta didik. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan pengabdian yang tumbuh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dalam proses pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar kelas.
Reporter: Ahsanul Khuluq

