Menunggu Pengutusan ke Lokasi Dakwah, Alumni Ikuti Daurah Pembekalan

(stiba.ac.id) Makassar – Salah satu syarat diterima menjadi mahasiswa STIBA Makassar adalah siap mengabdi minimal setahun setelah dinyatakan lulus kuliah. Keputusan tentang daerah penempatan para alumni ini ditetapkan langsung oleh pihak DPP Wahdah Islamiyah sebagai ormas yang menaungi STIBA Makassar.

Sebelum diutus ke daerah tugas, para alumni tersebut akan dibekali kiat-kiat dalam berdakwah. Pembekalan ini diadakan dalam bentuk daurah. Kamis (5/7/2018), STIBA kembali mengadakan Daurah Pembekalan untuk mahasiswa yang diyudisium baru-baru ini.

Kegiatan yang diikuti  oleh  272 mahasiswa dan mahasiswi ini dilaksanakan di dua tempat terpisah yaitu di Masjid Anas bin Malik untuk mahasiswa dan gedung Aisyah Kampus STIBA putri  untuk mahasiswi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua harian DPP Wahdah Islamiyah  AI-Ustaz  Dr. Rahmat Abdurrahman, Lc., M.A. Beliau mengatakan dalam sambutannya  bahwa Islam adalah agama dakwah dan yang paling berhak untuk mendakwahkannya adalah ulama dan penuntut ilmu. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Fushshilat ayat 33,

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya  daripada orang-orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah)”

Pada pembukaan tersebut, Ustaz  Rahmat banyak menjelaskan tentang visi dan misi Wahdah Islamiyah dan secara khusus di tahun 2030. 

“Wahdah  Islamiyah adalah lembaga dakwah yang memiliki misi untuk menyebarkan risalah agama ini di seluruh Indonesia secara khusus dan masyarakat dunia secara umum. Oleh karenanya, salah satu langkah untuk mencapai target tersebut adalah menebar alumni STIBA dan sederajat (LIPIA Jakarta, Universitas Islam Madinah dan semacamnya) sebanyak empat orang tiap daerah di Indonesia,” ujar Ketua MIUMI Sulawesi Selatan tersebut.   

Ustaz Rahmat juga menyampaikan harapan besarnya terhadap alumni STIBA ketika telah ditempatkan di daerah binaannya nantinya, “Kalianlah yang akan menjadi pembina utama di daerah nantinya, yang diharapkan dapat menjadi  rujukan dan teladan di tengah masyarakat. Minimal sebagai rujukan ilmiyah,” lanjutnya.

Daurah ini berlangsung selama empat hari, yaitu Kamis-Ahad, (5-8/7/2018).

 Penulis : Syahrul Badrin

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

汽水音乐

爱思助手PC版

telegram

汽水音乐

telegram下载

Telegram下载

汽水音乐下载

汽水音乐

1