Dosen IAI STIBA Makassar Dorong Solusi Pengelolaan Sampah dan Hemat Air Lewat Pelatihan Kader Lingkungan Nasional

(STIBA.ac.id) Makassar – Departemen Lingkungan Hidup (DLH) DPP Wahdah Islamiyah menyelenggarakan Pendampingan Kader Lingkungan Hidup bertajuk “Tani Sirkular” secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 23 Juli 2026, mengusung tema “Satu Inovasi, Sejuta Aksi.” Kegiatan ini diikuti 35 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang beragam, mulai dari dosen, dokter, pengurus pondok pesantren, praktisi pertanian, aktivis lingkungan, hingga pengurus Wahdah Islamiyah.

Kegiatan dibuka dengan sambutan sekaligus pengantar materi oleh Ustaz Ariesman M., S.TP., M.Si., Dosen IAI STIBA Makassar sekaligus Ketua Departemen Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti bahwa persoalan sampah telah menjadi isu nasional bahkan global. Hampir seluruh daerah menghadapi persoalan serupa, mulai dari meningkatnya volume sampah, pencemaran lingkungan, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar akan menerapkan kebijakan baru di mana TPA hanya menerima sampah jenis residu. Artinya, masyarakat perlu mulai mengelola sampah dari sumbernya sendiri.

Dua materi utama menjadi fokus pelatihan. Pertama, Ember Tumpuk, yaitu sistem pengolahan sampah organik menggunakan ember bertingkat yang sederhana namun mampu menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos. Kedua, Fertigator Foni, sistem suplai air dan nutrisi tanaman tanpa listrik yang lebih hemat energi dan efisien dalam penggunaan air. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air, inovasi ini dinilai sangat relevan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Materi inti disampaikan oleh Ustaz Hariadi, S.TP., M.Si., Dosen MPP Poltekgo sekaligus Pengurus Departemen Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah. Ia menjelaskan secara komprehensif mulai dari konsep dasar Ember Tumpuk, tahapan teknis pembuatannya, cara kerja Fertigator Foni, hingga implementasi di lapangan berdasarkan pengalaman penerapan di lingkungan kampus sebagai bagian dari pertanian sirkular.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta dari berbagai daerah antusias bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi tersebut sesuai kondisi wilayah masing-masing. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus mengembangkan gerakan kader lingkungan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Reporter: Ariesman