(STIBA.ac.id) Makassar — Mahasiswa Bone IAI STIBA Makassar sukses menyelenggarakan Pekan Bahasa Arab 2026 dengan mengusung tema “Bahasa Arab: Jembatan Ilmu Memahami Al-Qur’an dan Memandu Peradaban Qur’ani.” Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, 18–31 Juli 2026, bertempat di Pondok Pesantren Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah Bone. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pembinaan kemampuan bahasa Arab sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Al-Qur’an di kalangan santri.
Kegiatan dipimpin oleh Muh. Aufin, mahasiswa semester II Program Studi Perbandingan Mazhab IAI STIBA Makassar, sebagai ketua panitia. Seluruh panitia dan pemateri merupakan mahasiswa asal Bone yang sedang menempuh pendidikan di IAI STIBA Makassar. Keikutsertaan M. Habib Abdillah, calon mahasiswa baru IAI STIBA Makassar, sebagai anggota Divisi Media dan Komunikasi (Medikom) turut menjadi warna tersendiri dalam kepanitiaan Pekan Bahasa Arab 2026. Hal ini menunjukkan semangat pengabdian bahkan sebelum resmi memulai perkuliahan.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 18 Juli 2026, dengan pembukaan daurah, sosialisasi tata tertib dan mekanisme kegiatan, pelaksanaan Placement Test (Ujian Penempatan), serta malam keakraban melalui kegiatan Nonton Bersama Film Berbahasa Arab. Pada Ahad, 19 Juli 2026, peserta mengikuti sharing pengalaman panitia, yang menjadi wadah berbagi motivasi dan pengalaman selama menempuh pendidikan di IAI STIBA Makassar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan olahraga sebagai bagian dari rangkaian hari kedua.
Selama sepekan berikutnya, para santri mengikuti pembelajaran intensif yang meliputi Muhadatsah (Percakapan Bahasa Arab), Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan Mufradat (kosakata bahasa Arab). Selain itu, setiap malam bakda Magrib juga diselenggarakan kajian keislaman yang dibawakan oleh para mahasiswa IAI STIBA Makassar. Pada hari pertama, Muhammad Qasmin Al-Fikri menyampaikan materi “Belajar Nahwu dari Al-Qur’an”. Hari berikutnya, Muh. Aufin membawakan materi “Urgensi Bahasa Arab bagi Pemuda Muslim”. Selanjutnya, Haffar menyampaikan kajian “Warisan Mazhab dan Penyesuaiannya di Era Kontemporer”, kemudian ditutup dengan Syarah Hadis Pertama Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah yang disampaikan oleh Mujahid Rabbani.

Untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta, panitia terlebih dahulu melaksanakan Placement Test (Ujian Penempatan) pada hari pertama kegiatan. Berdasarkan hasil ujian tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Kelompok Pemula dan Kelompok Menengah, khusus pada materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan. Kelompok Pemula mempelajari Nahwu Dasar dan Sharaf Dasar, sedangkan Kelompok Menengah mempelajari Nahwu Menengah dan Balaghah. Adapun materi Muhadatsah dan Mufradat diikuti oleh seluruh peserta secara bersama.
Sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran, panitia menyelenggarakan ujian akhir daurah pada penghujung pekan pertama. Ujian tersebut bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi panitia sebelum memasuki rangkaian perlombaan Pekan Bahasa Arab pada pekan berikutnya.
Sebagai penguatan wawasan, pada Sabtu, 25 Juli 2026, peserta mengikuti kajian Sejarah Bahasa Arab yang disampaikan oleh Muhammad Qasmin Al-Fikri. Memasuki pekan kedua, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan sebagai sarana mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama daurah. Perlombaan tersebut meliputi Cerdas Cermat Bahasa Arab, Ceramah Bahasa Arab, dan Futsal, sebelum akhirnya ditutup dengan Penutupan Pekan Bahasa Arab dan Penyerahan Hadiah pada Jumat, 31 Juli 2026.
Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah Bone, Ustaz Nasruddin, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah atas berkat rahmat dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pekan Bahasa Arab telah terlaksana dengan penuh kemudahan dan kelancaran. Para santri sangat antusias dan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut dan sangat berbahagia atas dedikasi mahasiswa dalam berbagi ilmu dan pengalaman dari apa yang mereka peroleh di bangku kuliah. Kuliah mereka nyata dalam pengabdian kepada umat dan bangsa. Terima kasih kami ucapkan yang sebesar-besarnya, serta permohonan maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum.”
Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang peserta, Dzaky Al-Faizan, yang merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang karena bisa belajar bahasa Arab, yaitu bahasa Al-Qur’an. Semoga bisa lebih maju.”
Ia juga menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut, metode pembelajarannya semakin baik agar santri lebih nyaman, serta ditambah kegiatan-kegiatan yang lebih seru.”

Alhamdulillah, seluruh rangkaian Pekan Bahasa Arab 2026 dapat terlaksana dengan baik atas dukungan dari Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Gerai Bone dan Pondok Pesantren Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah Bone. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan daurah, kajian, evaluasi pembelajaran, hingga perlombaan dan penutupan kegiatan.
Melalui Pekan Bahasa Arab 2026, Mahasiswa Bone IAI STIBA Makassar berharap semangat mempelajari bahasa Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan generasi muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab sekaligus memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sejalan dengan tema kegiatan, “Bahasa Arab: Jembatan Ilmu Memahami Al-Qur’an dan Memandu Peradaban Qur’ani.”
Reporter: Muh. Aufin
