(STIBA.ac.id) Makassar – Perjalanan spiritual dan perjuangan para penghafal Al-Qur’an dalam program Daurah 17 Hari Muraja’ah Al-Qur’an kini resmi berakhir. UKK Raudhatul Huffaazh Putri IAI STIBA Makassar sukses menggelar acara penutupan kegiatan tersebut di Aula Gedung Aisyah IAI STIBA Makassar. Perjalanan daurah yang berlangsung selama 17 hari penuh, terhitung sejak 9 Juli hingga 25 Juli 2026, menjadi momentum krusial dalam mencetak kader-kader muslimah pendulang syiar Islam yang memiliki kualitas hafalan kuat dan berkarakter Qur’ani.
Kegiatan ini secara khusus dirancang sebagai wadah pembinaan spiritual dan intelektual bagi 57 peserta terdaftar yang terdiri dari unsur Pengurus Raudhatul Huffaazh, Kader Raudhatul Huffaazh, serta mahasiswi IAI STIBA Makassar. Selama kurun waktu lebih dari dua pekan, para peserta ditempa dalam lingkup muraja’ah yang ketat, terstruktur, dan penuh kedisiplinan guna memastikan pencapaian target hafalan hingga meraih derajat mutqin dengan hafalan yang kuat dan teruji.
Acara penutupan daurah dihadiri oleh Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., para ustazah, pembina dan pengurus UKK Raudhatul Huffaazh, para pemenang dan finalis, perwakilan juara dari setiap kategori, hingga panitia.
Dalam tausiah dan arahan penutupnya, Ustaz Akhmad Hanafi menegaskan bahwa hafalan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada batas ingatan semata, melainkan harus menyatu dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Al-Qur’an itu bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”
“Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu tidak terburu-buru menghafal seluruh Al-Qur’an. Mereka menghafal sepuluh ayat, kemudian mempelajari maknanya dan mengamalkan kandungannya sebelum melanjutkan sepuluh ayat berikutnya. Dengan demikian, hafalan mereka tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tercermin dalam amal dan akhlak.”
Ia juga menambahkan pesan hikmah agar senantiasa mempelajari iman sebelum belajar Al-Qur’an, sehingga setelah mempelajari Al-Qur’an, iman akan semakin bertumbuh.
Panitia pelaksana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan peserta yang telah mendedikasikan waktu serta energinya sepanjang daurah berlangsung. Pihak panitia berharap para peserta dapat mengambil banyak manfaat pada kesempatan emas ini untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an mereka, serta meningkatkan kedisiplinan diri bersama Al-Qur’an.
Panitia mendoakan semoga daurah ini menjadi wasilah agar seluruh peserta semakin mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, dan menjadikannya sebagai petunjuk utama dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Tim Humas Jurnalistik Putri IAI STIBA Makassar, Fathimah Az-Zahrah Izzuddin
