600 Calon Mahasiswa Baru IAI STIBA Jalani Pemeriksaan Kesehatan, dari Skrining Narkotika hingga Kesehatan Mental

(STIBA.ac.id) Makassar — Sebanyak 600 calon mahasiswa baru Institut Agama Islam STIBA Makassar menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, Senin–Selasa, 24–25 Agustus 2026.

Pemeriksaan berlangsung di lantai dua Gedung Mu’adz bin Jabal, Kampus IAI STIBA Makassar. Pelaksanaannya dilakukan secara terpisah antara peserta putra dan putri, namun berlangsung pada waktu yang bersamaan.

Pemeriksaan kesehatan tersebut diselenggarakan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru IAI STIBA Makassar bekerja sama dengan WMC serta sejumlah dokter yang bertugas di beberapa rumah sakit di Kota Makassar.

Tidak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, para calon mahasiswa menjalani rangkaian skrining yang cukup komprehensif. Pemeriksaan meliputi skrining narkotika, hepatitis, HIV dan sifilis, tanda-tanda vital (TTV), tekanan darah, tinggi dan berat badan, golongan darah, pemeriksaan darah, serta pemeriksaan menggunakan sampel urine.

Selain kesehatan fisik, calon mahasiswa juga mengikuti pemeriksaan terkait kesehatan mental, psikologi, dan kepribadian. Riwayat penyakit yang pernah dialami calon mahasiswa turut didata sebagai bagian dari pemetaan kondisi kesehatan awal.

Proses pemeriksaan dilakukan melalui beberapa pos. Peserta terlebih dahulu melakukan registrasi, kemudian menjalani pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tanda-tanda vital, golongan darah, hingga pemeriksaan kesehatan lebih lanjut pada tahap berikutnya.

Menurut Ustaz Ibrahim Rauf Mande, S. Kep., Ns., CWCCA., S.H., CH, C.Hkn., CMSC., Kepala Klinik Kesehatan IAI STIBA Makassar, pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya skrining awal untuk mengetahui kondisi kesehatan calon mahasiswa sebelum mengikuti proses pendidikan di IAI STIBA Makassar.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting terutama karena mahasiswa IAI STIBA Makassar akan menjalani kehidupan kampus dengan sistem berasrama.

“Deteksi dini diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan mahasiswa sekaligus mencegah risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan yang dihuni bersama,” ujarnya.

Skrining terhadap hepatitis, HIV, sifilis, dan penyakit menular lainnya diarahkan pada kepentingan deteksi dini dan perlindungan kesehatan bersama. Sementara pemeriksaan narkotika menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan calon mahasiswa untuk memasuki lingkungan pendidikan dan pembinaan IAI STIBA Makassar.

Pemeriksaan kesehatan seperti ini bukan kali pertama dilaksanakan. Setiap tahun, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu rangkaian sekaligus persyaratan penerimaan mahasiswa baru IAI STIBA Makassar.

Melalui pemeriksaan tersebut, kampus berupaya memperoleh gambaran awal kondisi kesehatan setiap calon mahasiswa sehingga langkah pencegahan, pendampingan, maupun tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat apabila diperlukan.

Dengan rangkaian pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga aspek psikologis, proses penerimaan mahasiswa baru di IAI STIBA Makassar tidak hanya diarahkan untuk melihat kesiapan akademik calon mahasiswa, tetapi juga kesiapan mereka menjalani proses pendidikan, pembinaan, dan kehidupan berasrama.

纸飞机

搜狗输入法下载

快连VPN

安卓模拟器下载

Telegram中文

Telegram

1