Dari Sampah Jadi Sumber Daya, Dosen IAI STIBA Makassar Edukasi Siswa SMA PPKU tentang Pengelolaan Sampah

(STIBA.ac.id) Maros — Persoalan sampah bisa dimulai dari satu pertanyaan sederhana: “Hari ini, sampah apa yang telah kita hasilkan?”

Pertanyaan itulah yang dilontarkan Ustaz Ariesman M., S.T.P., M.Si., dosen Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar, saat menjadi narasumber dalam Thinking and Knowledge Class yang diselenggarakan SMA PPKU Wahdah Islamiyah, Sabtu (5/9/2026), di Masjid Markaz Ibnu Katsir, Kabupaten Maros.

Mengangkat tema “Membangun Budaya Peduli Lingkungan di Pondok Pesantren melalui Pemilahan dan Pengolahan Sampah”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi peserta untuk melihat persoalan sampah sebagai bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pertanyaan pembuka tersebut, Ustaz Ariesman mengajak peserta menyadari bahwa hampir setiap aktivitas manusia berpotensi menghasilkan sampah. Karena itu, upaya mengatasi persoalan sampah tidak cukup hanya dilakukan ketika sampah telah menumpuk, tetapi perlu dimulai sejak dari sumbernya.

Peserta kemudian diajak melihat gambaran persoalan sampah di Indonesia. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam materi, timbulan sampah di Indonesia pada 2023 mencapai 38,43 juta ton per tahun, dengan sisa makanan menjadi salah satu jenis sampah yang dominan.

Mulai dari Tiga Langkah: Cegah, Pilah, dan Olah

Dalam pemaparannya, Ustaz Ariesman memperkenalkan tiga langkah utama dalam pengelolaan sampah, yakni cegah, pilah, dan olah.

Langkah pertama adalah mencegah atau mengurangi timbulan sampah. Hal ini dapat dimulai dengan membangun kebiasaan mengurangi penggunaan barang yang berpotensi segera menjadi sampah.

Langkah berikutnya adalah memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pemilahan sejak dari sumber akan memudahkan proses pengelolaan selanjutnya dan mencegah seluruh jenis sampah tercampur menjadi residu.

Setelah dicegah dan dipilah, sampah yang masih dapat dimanfaatkan kemudian diolah. Pada tahap ini, peserta diajak mengubah cara pandang bahwa sampah tidak selamanya harus berakhir sebagai sesuatu yang dibuang.

Dengan pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang tepat, sampah tertentu justru dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna. Sampah organik, misalnya, dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk berkebun.

Ustaz Ariesman juga memperkenalkan Teba Modern dan Biopori Jumbo sebagai contoh pendekatan yang dapat digunakan dalam pengelolaan sampah organik dari sumbernya.

Melalui berbagai contoh tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami persoalan sampah secara teori, tetapi juga terdorong membangun kebiasaan baru dalam memperlakukan sampah di lingkungan sekolah, pondok pesantren, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan Ariesman dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen IAI STIBA Makassar di berbagai ruang edukasi diharapkan dapat memperluas manfaat keilmuan kampus dalam menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi, memilah, hingga mengolah sampah, sekolah dan pondok pesantren dapat mengambil bagian dalam membangun budaya peduli lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

汽水音乐

爱思助手PC版

telegram

汽水音乐

telegram下载

Telegram下载

汽水音乐下载

汽水音乐

有道翻译

1