(STIBA.ac.id) Makassar – PSDM UKM Jurnalistik Putri IAI STIBA Makassar menyelenggarakan Pelatihan Desain Grafis dan Editing Video pada 05-06 September 2026 M/ 12-13 Rabiul Awal 1448 H di Aula Ummu Salamah. Kegiatan ini mengangkat tema “توظيف الوسائل البصرية للدعوة الإسلامية في العصر الرقمي” atau “Pemanfaatan Media Visual sebagai Sarana Efektif Dakwah Islam di Era Digital”.
Pelatihan yang diikuti oleh 41 mahasiswi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas peserta dalam memanfaatkan media visual sebagai sarana dakwah di tengah perkembangan era digital.
Ketua panitia menyampaikan bahwa keterampilan tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan berlatih.
“Kemampuan itu tidak datang dalam sehari, tapi dari kemauan dan terus mencoba dan berlatih,” ungkapnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan aplikasi CapCut untuk kebutuhan editing video. Pemateri, Ustazah Cinta Febrianty Idham, tidak hanya menjelaskan penggunaan aplikasi, tetapi juga menekankan pentingnya menerapkan tabayun dalam membuat dan menyebarkan konten digital.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta bisa berkarya, tapi tetap memperhatikan tabayun digital, yaitu proses penilaian terhadap pesan atau berita. Sehingga ketika kita melihat sebuah berita, bukan langsung dicomot, diedit, kemudian di-share,” jelasnya.
Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tutorial pembuatan konten video menggunakan CapCut. Peserta mengikuti praktik secara langsung dengan membuat dan mengedit video berdasarkan tutorial yang diberikan oleh pemateri.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai desain grafis yang disampaikan oleh Ustazah Satriani. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desain, mulai dari pemilihan elemen hingga kesesuaiannya dengan pesan yang ingin disampaikan.
“Dalam desain grafis ada banyak hal penting yang harus diperhatikan, seperti kesesuaian antara elemen yang digunakan dengan isi yang mau disampaikan,” tuturnya.
Menurutnya, perkembangan dunia digital juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para kreator konten. Banyaknya persaingan, derasnya arus informasi, serta karakter audiens yang mudah bosan menuntut kreator konten dakwah untuk terus berinovasi.
“Di era sekarang, ada banyak tantangan untuk para kreator desain, seperti banyaknya saingan, informasi yang banyak, audiens yang cepat bosan. Jadi, sebagai kreator konten dakwah, kita harus kreatif mencari cara agar konten dakwahnya tidak membosankan,” lanjutnya.
Setelah materi selesai, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung ilmu yang telah diperoleh. Dengan menggunakan aplikasi PixelLab, peserta mencoba membuat salah satu contoh desain.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami teknik dasar editing video dan desain grafis, tetapi juga mampu menghasilkan karya visual yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam serta dapat menjadi sarana dakwah yang efektif di era digital.
Reporter: Tim Humas Jurnalistik Putri IAI STIBA Makassar, Tiara dan Risna Silayar
