(STIBA.ac.id) Makassar — Dosen Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar, Ustazah Andi Dahmayanti, S.Si., M.Si., M.M., dipercaya menjadi salah satu pemateri dalam Taklim Akbar Muslimah 2026 yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Makassar bersama Majelis Qur’an dan Taklim (MQT) IPEMI Makassar, Selasa (25/8/2026).
Mengangkat tema “Menjemput Tenang dan Memeluk Takdir dengan Ilmu Syar’i”, kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 18 Hotel Aston Makassar itu diikuti muslimah dari berbagai kalangan. Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 Wita dengan rangkaian kajian, muhasabah, serta sejumlah aktivitas interaktif.
Ustazah Andi Dahmayanti tampil pada sesi ketiga dengan membawakan materi bertajuk “Fikih Menjemput Tenang, Berdamai Memeluk Takdir dan Muhasabah.” Ia juga memandu peserta dalam sesi muhasabah yang menjadi salah satu bagian utama kegiatan.
Sebelumnya, sesi pertama disampaikan Ustazah Rezky Batari Razak, S.Pd., dilanjutkan sesi kedua oleh Ustazah Ummi Qalsum, S.Pd.
Dalam materinya, Ustazah Andi Dahmayanti mengajak peserta memahami bahwa ketenangan hati tidak selalu lahir dari keadaan yang berjalan sesuai keinginan. Ketenangan, menurutnya, tumbuh dari keimanan, pemahaman terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta kemampuan menyikapi berbagai keadaan dengan ilmu dan ketundukan kepada-Nya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hati dan meluruskan niat dalam setiap aktivitas. Ketenangan dapat dibangun dengan memperkuat iman, memperbanyak zikir, serta kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman dan penyembuh bagi hati.
Peserta turut diingatkan untuk menjaga lingkungan pergaulan, menghadiri majelis ilmu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dalam pembahasan mengenai takdir, Ustazah Andi menjelaskan bahwa segala sesuatu berada dalam ilmu dan ketetapan Allah. Karena itu, musibah maupun ujian hendaknya dihadapi dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal.
Ia mengingatkan bahwa sesuatu yang dipandang buruk oleh manusia tidak selalu berakhir buruk, sebab setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang mungkin belum dapat dipahami pada saat itu.
Peserta juga diajak untuk tidak terus larut dalam kecemasan, kesedihan, keluhan, overthinking, maupun penyesalan terhadap kesalahan masa lalu. Setiap persoalan hendaknya menjadi jalan untuk semakin mendekat kepada Allah, melakukan evaluasi diri, dan mengambil pelajaran.
Dalam menghadapi amarah, Ustazah Dahmayanti menekankan pentingnya menahan diri dan menjaga lisan. Ia mengingatkan sejumlah tuntunan Rasulullah ﷺ, di antaranya membaca ta’awudz, mengubah posisi, berwudu, serta memperbanyak ibadah.
Materi turut diperkaya dengan kisah keteladanan para shahabiyah, di antaranya Khadijah radhiyallahu ‘anha, Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha, dan Asma binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha.
Melalui kisah-kisah tersebut, peserta diajak meneladani sosok muslimah yang kuat, tenang, sabar, teguh dalam keimanan, serta siap berkorban dalam kebaikan.

Pada sesi muhasabah, peserta diajak melakukan tazkiyatun nafs dengan mengevaluasi kondisi hati, niat, serta berbagai peran dan tanggung jawab yang dijalankan dalam kehidupan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk kembali menata hati dan memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta hingga seluruh rangkaian berakhir. Selain kajian dan muhasabah, panitia juga membagikan sejumlah hadiah kepada peserta dengan dukungan berbagai sponsor dan co-sponsor.
Keterlibatan Ustazah Andi Dahmayanti dalam Taklim Akbar Muslimah 2026 menjadi salah satu wujud kontribusi dosen IAI STIBA Makassar di tengah masyarakat. Kehadiran akademisi kampus dalam berbagai forum keilmuan dan majelis taklim diharapkan semakin memperluas manfaat ilmu serta menguatkan peran IAI STIBA Makassar dalam pendidikan dan dakwah di tengah umat.
Reporter: Andi Anugrah
