(STIBA.ac.id) Makassar — Rektor Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar, Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., mengungkapkan bahwa target penerimaan 600 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027 berhasil dicapai.
Capaian tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Kuliah Perdana Semester Ganjil Tahun Akademik 1448–1449 H/2026–2027 M yang berlangsung di Masjid Anas bin Malik, Senin (31/8/2026).
Menurut Rektor, selesainya proses penerimaan dan seleksi mahasiswa baru serta rangkaian orientasi menjadi bagian penting dari persiapan memasuki tahun akademik baru.
“Untuk tahun ini sesuai dengan target pencapaian kita. Kita menargetkan penerimaan mahasiswa baru itu di angka 600 dan alhamdulillah itu tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika mahasiswa program pascasarjana ikut diperhitungkan, jumlah penerimaan mahasiswa IAI STIBA Makassar pada tahun ini bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Rektor mensyukuri capaian tersebut sebagai karunia dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekaligus hasil kerja keras seluruh unsur pengelola, khususnya panitia penerimaan mahasiswa baru.
Dalam sambutannya, Ustaz Akhmad Hanafi juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan kuliah perdana sebagai momentum untuk memulai perjalanan akademik dengan orientasi yang benar.
Menurutnya, kehadiran dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur institusi di lingkungan kampus tidak sekadar untuk menjalani rutinitas pendidikan, tetapi membawa tujuan yang lebih besar, yakni melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik, baik pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, maupun umat.
Mulai dengan Niat yang Baik
Kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah bekal penting dalam mengawali perkuliahan. Pesan pertama adalah memperbaiki niat.
Ia mengingatkan bahwa langkah awal seorang mahasiswa seharusnya dibangun di atas niat untuk memperoleh kebaikan melalui proses menuntut ilmu.
“Pasang niat baik-baik,” pesannya.
Menurutnya, banyak kebaikan yang dapat diniatkan ketika seseorang kembali memasuki lingkungan pendidikan, mulai dari menuntut ilmu, bertemu dengan para dosen dan guru, kembali berkumpul dengan saudara seiman, hingga menghidupkan berbagai aktivitas kebaikan.

Setelah niat, perubahan juga harus dimulai dari diri sendiri. Rektor mengingatkan bahwa seseorang tidak semestinya menunggu orang lain untuk berubah terlebih dahulu.
“Perubahan itu harus kita mulai dari diri kita sendiri,” tuturnya.
Motivasi Membawa ke Start, Konsistensi Mengantar ke Finish
Salah satu pesan yang ditekankan Rektor adalah pentingnya al-mudawamah atau konsistensi.
Ia menjelaskan bahwa motivasi, cita-cita, dan harapan mungkin menjadi kekuatan yang mengantarkan seseorang hingga menjadi mahasiswa. Namun, faktor yang membuat seorang mahasiswa mampu bertahan hingga menyelesaikan seluruh proses pendidikan adalah konsistensi.
“Motivasi itu hanya menyampaikan kita di titik start. Tapi yang akan menyampaikan kita ke titik finish itu adalah konsistensi,” ujarnya.
Rektor mengibaratkan perjalanan mahasiswa seperti seorang pelari. Motivasi membuat seseorang hadir di garis awal, sedangkan kerja keras, mujahadah, dan konsistensi yang membuatnya mampu mencapai garis akhir.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan tersebut tidak selalu berlangsung mudah. Seorang mahasiswa bisa menghadapi tantangan, ketidaknyamanan, bahkan kegagalan. Namun, konsistensi akan membuat seseorang kembali berdiri dan melanjutkan langkahnya.
Khusus kepada mahasiswa baru, ia berharap mereka yang memulai perjalanan di IAI STIBA Makassar bersama-sama juga dapat menyelesaikannya hingga wisuda bersama.
Konsistensi Membutuhkan Taufik Allah
Meski kerja keras dan konsistensi sangat penting, Rektor menegaskan bahwa semua itu tetap bergantung pada taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menurutnya, tidak sedikit orang mampu memulai suatu perjalanan dengan penuh semangat, tetapi keberhasilan untuk terus bertahan dalam kebaikan membutuhkan pertolongan Allah.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk senantiasa memohon hidayah, taufik, dan keteguhan kepada Allah sebagaimana doa yang terus dibaca dalam Surah Al-Fatihah, ihdinash shirathal mustaqim.
Ia berharap pesan tersebut menjadi bekal bagi seluruh mahasiswa dalam menjalani semester dan tahun akademik yang baru.
Kuliah perdana tersebut menandai dimulainya aktivitas akademik IAI STIBA Makassar pada Tahun Akademik 2026/2027. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh semangat di awal, tetapi oleh niat yang benar, kesungguhan dalam berubah, konsistensi dalam menjalani proses, serta ketergantungan kepada pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
