Dari Bangku Kuliah ke Masyarakat, Mahasiswa Ilmu Hadis Mengajar Tahsin di Barru

(STIBA.ac.id) Barru — Masa liburan kuliah tidak selalu berarti berhenti dari aktivitas belajar dan pengabdian. Bagi A. Muh. Royhan Almaraghy, mahasiswa semester lima Program Studi Ilmu Hadis IAI STIBA Makassar, masa libur justru menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu Al-Qur’an kepada masyarakat.

Selama hampir tiga pekan, Royhan mengabdikan diri sebagai pengajar dalam Daurah Kitab Mahir Tahsin Jilid Satu yang diselenggarakan oleh Markaz Tahfizh Qur’an Nurul Falah Garessi, Kabupaten Barru, pada 9–26 Agustus.

Sebagai putra daerah Barru, ia memilih memanfaatkan masa liburan dengan terlibat langsung dalam pembinaan tahsin Al-Qur’an. Dalam kegiatan tersebut, Royhan membimbing peserta agar mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar.

Dari Bangku Kuliah ke Tengah Masyarakat

Bagi Royhan, mengajar tahsin menjadi ruang untuk mengamalkan ilmu yang selama ini diperoleh selama menjalani pendidikan di IAI STIBA Makassar.

Proses mengajar tidak hanya berupa penyampaian materi. Ia juga harus mendengarkan bacaan peserta, mengoreksi kesalahan, memberikan arahan, serta memotivasi mereka untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.

Perbedaan kemampuan setiap peserta turut memberikan pengalaman tersendiri. Kesalahan dalam pengucapan huruf, panjang-pendek bacaan, hingga penerapan kaidah tajwid membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam proses pembimbingan.

Pengalaman tersebut membuat kegiatan mengajar menjadi bagian lain dari proses belajar Royhan. Jika di kampus ia menerima dan mendalami ilmu, di tengah masyarakat ia berlatih menyampaikannya dengan cara yang dapat dipahami oleh peserta dengan beragam kemampuan.

Menghidupkan Liburan dengan Al-Qur’an

Kegiatan di Markaz Tahfizh Qur’an Nurul Falah Garessi menjadi salah satu cara Royhan mengisi liburan dengan aktivitas yang bermanfaat.

Alih-alih menjadikan masa libur semata-mata sebagai waktu beristirahat, ia memilih tetap terlibat dalam pendidikan Al-Qur’an. Kesempatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengamalkan ilmu, tetapi juga melatih kemampuan berkomunikasi, membimbing, dan menghadapi beragam karakter peserta.

Keterlibatan Royhan juga mempertemukan proses pendidikan yang dijalaninya di kampus dengan kebutuhan pembinaan Al-Qur’an di masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi mulai hadir dalam bentuk pelayanan dan pengajaran.

Kembali ke Daerah, Membawa Manfaat

Sebagai mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Barru, kesempatan mengajar di daerah asalnya memiliki makna tersendiri. Ia kembali ke tengah masyarakat bukan hanya sebagai mahasiswa yang sedang menikmati masa liburan, tetapi sebagai penuntut ilmu yang mulai mengambil bagian dalam kegiatan pendidikan.

Daurah tersebut pun menjadi pengalaman lapangan bagi Royhan untuk belajar menjadi seorang pendidik. Ia tidak hanya melatih kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga merasakan secara langsung tanggung jawab dalam membimbing bacaan Al-Qur’an.

Dari sebuah markaz tahfizh di Kabupaten Barru, pengalaman itu memberikan satu pelajaran penting: proses menuntut ilmu tidak berhenti ketika perkuliahan selesai.

Ilmu menemukan salah satu maknanya ketika diamalkan, diajarkan, dan dihadirkan manfaatnya bagi orang lain. Bagi seorang penuntut ilmu, perjalanan belajar bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tentang seberapa jauh ilmu tersebut mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

1