420 Alumni IAI STIBA Makassar Resmi Dilepas dalam Tablig Akbar Tebar Dai Nusantara ke-14 Wahdah Islamiyah

(STIBA.ac.id) Makassar — Sebanyak 420 alumni IAI STIBA Makassar resmi dilepas sebagai dai dan daiah dalam rangkaian Tablig Akbar Tebar Dai Nusantara ke-14 Wahdah Islamiyah yang berlangsung di Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar, Ahad, 13 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Teruskan Perjuangan, Tebarkan Cahaya ke Seluruh Nusantara” ini dihadiri ratusan peserta secara langsung, sementara ribuan lainnya bergabung melalui platform daring.

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. Para alumni yang dilepas akan tersebar ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, termasuk daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, dengan masa penugasan minimal satu tahun.

Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar kembali dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional ini. Sejak 2012, kampus ini beberapa kali menjadi lokasi penyelenggaraan Tablig Akbar Tebar Dai Nusantara, yang pada tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-14.

Alumni IAI STIBA Makassar, Ujung Tombak Dakwah Pelosok

Dari ratusan dai dan daiah yang dilepas, sebagian besar merupakan alumni IAI STIBA Makassar, selebihnya adalah alumni Program Kaderisasi Ulama (PKU) serta alumni Sekolah Dai dan Daiah (Tadribud Du’at).

Beberapa alumni yang telah lebih dahulu bertugas turut menyapa peserta secara daring. Muhammad Zulfadli, S.H., alumnus IAI STIBA yang kini bertugas di Pulau Barang Lompo, Kecamatan Sangkarang, berbagi kesan pengabdiannya.

“Menjadi seorang dai berarti kita telah mengabdikan diri untuk agama Islam, agama yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Alumnus lainnya yang hadir dalam kegiatan ini juga tampil membacakan puisi berantai berjudul “Teruskan Perjuangan” karya Ustaz Ambo Sakka. Di antara pembacanya adalah Junaidi, S.H., dai yang bertugas di Provinsi Papua; Salwan Fadhar, S.H., yang ditempatkan di Sulawesi Tenggara; dan Abdul Rifai Thalib, S.H., yang bertugas di Provinsi Maluku Utara.

Bertahan di Pelosok Selama Bertahun-tahun

Beberapa alumni juga berbagi kisah perjuangan dari daerah tugas melalui sambungan daring. Kismanastar, dai yang telah bertugas selama 12 tahun di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina, menjadi salah satu yang paling menginspirasi.

“Kami merasa dibutuhkan di tempat ini. Di sini daerah minoritas, banyak mualaf yang belum terbina, banyak saudara-saudara kita yang belum salat,” tuturnya.

Seorang dai lainnya bahkan melaporkan langsung dari lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur, di mana ia bersama tim relawan sedang menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

PKU: Program Unggulan Pencetak Kader Ulama

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah penampilan alumni Program Kaderisasi Ulama (PKU) IAI STIBA Makassar angkatan pertama, yang menampilkan hafalan dari sejumlah matan kitab kuning sebagai bukti kedalaman ilmu yang mereka peroleh selama program berlangsung.

PKU dirancang dengan standar yang sangat ketat: calon peserta harus telah menghafal 30 juz Al-Qur’an, menguasai bahasa Arab secara aktif dan pasif, serta telah menyelesaikan pendidikan S-1. Pembelajaran dilakukan langsung dalam bahasa Arab, dengan mendatangkan ulama dari Timur Tengah sebagai pengajar.

Ustaz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. menegaskan peran sentral IAI STIBA Makassar dalam melahirkan dai berkualitas.

“Apalagi di daerah-daerah baru, di daerah-daerah yang jauh, keberadaan mereka para dai dan daiah yang kita sekolahkan khusus, kita bekali khusus, kita didik khusus menjadi pelopor-pelopor dakwah,” ujarnya.

Panggung Dakwah yang Terus Bergulir

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran IAI STIBA Makassar yang melampaui fungsi kampus pada umumnya. Selain sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, kampus ini juga berfungsi sebagai pusat pengkaderan dai, ruang pertemuan umat, dan titik keberangkatan ratusan alumni menuju medan pengabdian di seluruh penjuru negeri.

Tablig Akbar ditutup dengan tausiah dan doa Istisqa yang dipimpin oleh Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., Ph.D. dilanjutkan dengan salat Zuhur berjemaah di Masjid Anas bin Malik.

error code: 521 1