Pesantren Kilat Perdana di Desa Bonto Manai: Seru dan Diwarnai Festival Anak Saleh

(STIBA.ac.id) Maros – Untuk pertama kalinya, mahasiswa KKN VIII STIBA Makassar menggelar Pesantren Kilat di Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini berlangsung di dua sekolah dengan jadwal yang berbeda.
Pesantren kilat pertama digelar di SMK H. Wasir Ali pada 7–10 Maret 2025, kemudian berlanjut di SDN 206 Inpres Bassikalling pada 10–12 Maret 2025. Puncaknya, acara dirangkaikan dengan Festival Anak Saleh yang berlangsung pada 13–15 Maret 2025.

Antusiasme Siswa dan Peran Aktif Sekolah

Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari siswa dan pihak sekolah. Di SMK H. Wasir Ali, seluruh siswa ikut serta, sementara di SDN 206 Inpres Bassikalling, peserta dikhususkan untuk siswa kelas 4–6. Meski awalnya peserta di SMK sedikit, semangat mahasiswa KKN tidak pudar. Di hari ketiga, jumlah siswa yang hadir bertambah, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap program ini.

Pesantren Kilat: Bukan Sekadar Ilmu, tapi Pengamalan

Pesantren kilat ini bertujuan untuk membekali siswa dengan dasar-dasar keislaman, terutama ilmu tentang puasa. Lebih dari itu, mahasiswa KKN ingin memastikan ilmu yang diberikan tidak sekadar dipahami, tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan di SMK meliputi:
✅ Pembukaan
✅ Pemaparan Materi Dasar-dasar Keislaman
✅ Salat Dhuha Berjemaah
✅ Pembelajaran Dasar Membaca Al-Qur’an

Sementara itu, pesantren kilat di SDN 206 Inpres Bassikalling berlangsung selama enam hari, dengan berbagai kegiatan seru seperti:
✅ Kisah-kisah para nabi
✅ Salat Duha berjemaah
✅ Games edukatif
✅ Lomba-lomba

Sebagai puncaknya, pihak sekolah mengadakan beberapa perlombaan untuk mengasah kompetensi siswa, seperti:
🏆 Lomba Tadarus Al-Qur’an
🏆 Lomba Hifzul Qur’an
🏆 Lomba Azan
🏆 Fashion Show Busana Muslim

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan keislaman siswa semakin luas, khususnya dalam memahami ibadah puasa dengan baik dan benar. Semoga pesantren kilat ini menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang lebih berilmu, berakhlak, dan cinta terhadap ajaran Islam.

Reporter: Rahman Putra Maulana
Foto: Usamah Amir dan Salwan Fadhar

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

1