(STIBA.ac.id) Makassar – Prosesi Yudisium X IAI STIBA Makassar pada Jumat, 31 Juli 2026, tidak hanya menjadi ajang penetapan kelulusan secara resmi. Tausiah yang disampaikan Rektor, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., di penghujung acara menjadi momen yang paling dinantikan, menyentuh hal-hal yang melampaui sekadar pencapaian akademik.
Rektor membuka taujih dengan menjelaskan perbedaan mendasar antara yudisium dan wisuda, dua prosesi yang sering dianggap sama oleh banyak orang. Menurutnya, yudisium berasal dari bahasa Latin yang berarti ketetapan atau penilaian. Ia adalah penetapan resmi akademik yang menandakan seorang mahasiswa telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya. Adapun wisuda adalah perayaannya.
“Anak-anakku semua berhak menyematkan gelar itu di belakang nama kalian mulai hari ini. Resminya secara formal adalah hari ini. Nanti perayaannya di wisuda,” ujarnya.
Ia kemudian membagi perjalanan seorang penuntut ilmu menjadi dua fase penting. Fase pertama adalah masa menuntut ilmu. Fase kedua adalah masa berbagi dan berkontribusi secara nyata kepada masyarakat. Kelulusan hari ini, menurutnya, menandai transisi dari fase pertama menuju fase kedua, meski ruang belajar sesungguhnya tidak pernah benar-benar tertutup.

“Pencapaian ini layak untuk disyukuri, layak untuk diapresiasi. Tapi sekaligus ini adalah bagian amanah yang telah melekat pada pundak kalian semua,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa gelar kesarjanaan yang diraih bukan sekadar kebanggaan, melainkan legitimasi institusi yang harus dipertanggungjawabkan, dunia dan akhirat.
Rektor juga menyinggung soal cara merayakan pencapaian. Ia mempersilakan para lulusan untuk melakukan self reward sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama empat tahun.
Ia menutup taujih dengan pengingat bahwa masyarakat tidak akan menanyakan apakah seseorang lulus mumtaz atau menjadi lulusan terbaik. Yang akan dinilai adalah sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Gelar akademik adalah pintu masuk, bukan tujuan akhir.
“Ushikum bi taqwallah. Berwasiat untuk selalu menjaga ketakwaan kepada Allah. Selamat atas pencapaian ini.”
