(STIBA.ac,id) Makassar — Wisuda IX Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar menjadi salah satu penanda perkembangan baru institusi. Setelah untuk pertama kalinya meluluskan sarjana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), kampus ini menargetkan wisuda tahun depan akan diikuti lulusan dari tiga program studi.
Target tersebut disampaikan Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., dalam sambutannya pada Wisuda IX IAI STIBA Makassar di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (13/8/2026).
Rektor menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada Wisuda IX, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab mencatat sejarah dengan meluluskan angkatan pertamanya.
“Pencapaian-pencapaian ini sekali lagi patut untuk kita syukuri,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah berbagai dinamika dan tantangan, IAI STIBA Makassar terus berupaya menjaga eksistensi dan memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang membawa semangat Kampus Dakwah dan Perjuangan.

Rektor kemudian mengungkap target wisuda pada tahun mendatang.
“Insyaallah kalau Allah takdirkan dan izinkan, di tahun depan kita akan menyaksikan prosesi wisuda untuk tiga program studi,” katanya.
Selain Perbandingan Mazhab dan Pendidikan Bahasa Arab, IAI STIBA Makassar menargetkan untuk pertama kalinya melahirkan sarjana dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) pada tahun depan.
Pascasarjana Terus Dikembangkan
Pengembangan akademik juga diarahkan pada jenjang pascasarjana. Dalam sambutannya, Rektor menyinggung Program Magister Perbandingan Mazhab yang disebutnya sebagai program S-2 Perbandingan Mazhab pertama di Indonesia.
Ia berharap pengembangan program tersebut semakin memperkuat kontribusi akademik IAI STIBA Makassar.
Rektor menegaskan bahwa berbagai pencapaian institusi tidak terlepas dari ikhtiar banyak pihak. Menurutnya, kemajuan kampus merupakan hasil kolaborasi antara pemangku kebijakan dan para pelaksana di lapangan yang bersama-sama mengembangkan institusi.
Di tengah perkembangan tersebut, IAI STIBA Makassar juga tetap menyimpan target jangka menengah untuk meningkatkan status kelembagaan. Rektor menyebut bahwa setelah berada pada tingkatan institut, kampus akan terus berikhtiar menuju status universitas.
Penguatan SDM Akademik
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah peningkatan jenjang akademik dosen. Rektor berharap IAI STIBA Makassar segera memiliki lektor kepala dan pada tahap selanjutnya dapat melahirkan guru besar.
Menurutnya, keberadaan guru besar bukan sekadar persoalan gelar, melainkan bagian penting dari karakter dan penguatan sebuah institusi pendidikan tinggi.

Alumni Langsung Masuk Medan Pengabdian
Selain pengembangan akademik, Rektor kembali menegaskan ciri khas IAI STIBA Makassar dalam menyiapkan lulusannya untuk langsung memasuki medan pengabdian.
Pada Wisuda IX, para alumni secara resmi dilepas dan mendapatkan amanah penempatan. Menurut Rektor, penempatan tersebut menjadi ruang bagi lulusan untuk mengamalkan ilmu, keterampilan, keahlian, dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan.
Ia menyebut pola penempatan dan pengabdian sebagai salah satu ciri khas institusi yang akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Bisa dikatakan semua alumninya itu terserap, berdampak, dan insyaallah dampaknya dampak positif,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan para wisudawan dan wisudawati bahwa kelulusan bukan akhir perjalanan.
“Ini bukan akhir dari segalanya. Ini awal dari pencapaian-pencapaian antum yang insyaallah akan menjadi capaian-capaian yang luar biasa,” pesannya.
