(STIBA.ac.id) Makassar — Jangkauan pendidikan Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar semakin meluas ke tingkat internasional. Calon mahasiswa dari tujuh negara mendaftar pada Program Magister (S-2) Perbandingan Madzhab dan Hukum, dengan puluhan di antaranya mengikuti ujian masuk secara daring dari negara masing-masing.
Tujuh negara tersebut adalah Ghana, Pakistan, India, Benin, Maroko, Nigeria, hingga Arab Saudi. Secara keseluruhan, sekitar 50 calon mahasiswa asing mendaftarkan diri, sementara 30 peserta mengikuti tahapan ujian masuk secara daring.
Pelaksanaan ujian secara daring memberi kesempatan kepada calon mahasiswa dari berbagai negara untuk mengikuti proses seleksi tanpa harus datang langsung ke Makassar. Meski berada di negara masing-masing, para peserta tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan seleksi yang ditetapkan IAI STIBA Makassar.
Selain sebaran negara asal yang cukup luas, latar belakang pendidikan para pendaftar juga menjadi salah satu hal menarik dalam penerimaan mahasiswa kali ini. Sejumlah calon mahasiswa merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Islamic University of Madinah, International University of Africa, dan University of Malakand, Pakistan, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Salah satu fakta yang cukup menonjol adalah adanya warga negara Arab Saudi yang merupakan alumni Universitas Islam Madinah dan memilih mendaftar Program Magister Perbandingan Madzhab dan Hukum di IAI STIBA Makassar. Kehadiran pendaftar dengan latar belakang tersebut menjadi catatan tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa daya tarik pendidikan pascasarjana IAI STIBA Makassar mulai menjangkau calon mahasiswa internasional dengan latar belakang akademik yang beragam.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAI STIBA Makassar, Muhammad bin Yusran, S.H., M.H., mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi khusus warga negara asing merupakan bagian dari langkah institusi dalam memperluas akses pendidikan Islam kepada masyarakat internasional.
“Pelaksanaan ujian masuk S-2 khusus warga negara asing secara online ini menjadi salah satu langkah IAI STIBA Makassar dalam membuka akses pendidikan kepada masyarakat internasional. Yang menarik, peserta tidak hanya datang dari berbagai negara, tetapi juga memiliki latar belakang pendidikan yang sangat beragam. Beberapa di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi Islam terkemuka,” ujar Muhammad bin Yusran.
Menurutnya, tingginya minat calon mahasiswa dari berbagai negara menjadi peluang sekaligus tantangan bagi IAI STIBA Makassar untuk terus meningkatkan mutu akademik dan layanan pendidikan.
“Kami melihat antusiasme ini sebagai peluang sekaligus amanah bagi IAI STIBA Makassar untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan layanan pendidikan, sehingga dapat menjadi salah satu tujuan studi Islam bagi mahasiswa dari berbagai negara,” lanjutnya.
Ujian masuk tersebut merupakan bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru Program Magister Perbandingan Madzhab dan Hukum IAI STIBA Makassar. Kehadiran pendaftar dari tujuh negara menjadi salah satu indikator berkembangnya jangkauan institusi, dari perguruan tinggi Islam yang selama ini melayani mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menuju institusi yang mulai mendapat perhatian dari calon mahasiswa internasional.
Kehadiran mahasiswa asing nantinya diharapkan tidak hanya memperluas jejaring akademik IAI STIBA Makassar, tetapi juga membuka ruang pertukaran wawasan, pengalaman, dan tradisi keilmuan di antara mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang pendidikan.
Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi selanjutnya akan mengikuti tahapan penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku di IAI STIBA Makassar.
Reporter: Muhammad.bY
