(STIBA.ac.id) Makassar – Memanfaatkan momen kepulangan para alumni ke tanah air, IAI STIBA Makassar menggelar silaturahmi langsung bersama Rektor dan jajaran pimpinan pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan berlangsung di Cafe Tamam Corner Kampus IAI STIBA Makassar, menghadirkan nuansa yang hangat dan lebih personal dibanding pertemuan formal biasanya.
Para alumni yang hadir tengah menempuh pendidikan jenjang S-1, S–2, dan S-3 di sejumlah perguruan tinggi terkemuka, antara lain Universitas Islam Madinah, Universitas Ummul Qura, Universitas Najran, Universitas King Khalid (Abha), Universitas Prince Sattam bin Abdulaziz, dan perguruan tinggi lainnya.
Pertemuan diawali dengan sambutan Rektor, dilanjutkan sesi taaruf di mana setiap peserta memperkenalkan diri, menyebut kampus tujuan, jenjang pendidikan, dan program studi yang sedang ditempuh. Sesi kemudian berlanjut pada sharing perkembangan studi dan kendala yang dihadapi selama belajar di Arab Saudi, diikuti arahan dari para pimpinan dan asatizah, serta penyampaian usulan dan masukan dari para alumni untuk IAI STIBA Makassar.
Peluang Double Degree untuk Alumni
Wakil Rektor I, Ustaz Salahuddin Guntung, Lc., M.A., Ph.D. menyampaikan informasi penting mengenai peluang double degree bagi alumni yang berangkat melanjutkan studi ke luar negeri pada semester lima atau setelahnya sehingga belum sempat menyelesaikan pendidikan di IAI STIBA Makassar. Ia mengimbau alumni yang status akademiknya masih dapat diaktifkan kembali untuk segera mengurus reaktivasi kemahasiswaan agar dapat melanjutkan atau menyelesaikan studinya.
Nasihat Para Asatizah
Para asatizah IAI STIBA Makassar yang turut hadir menyampaikan sejumlah nasihat kepada para alumni. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu, mempererat kekompakan dan ukhuah di antara mahasiswa Indonesia, khususnya sesama alumni IAI STIBA Makassar, serta saling membantu dalam kebaikan dan tetap beristikamah dalam belajar sambil menjaga adab sebagai penuntut ilmu.
Arahan Rektor: Ukhuah, Takhassus, dan Tantangan AI
Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D. menyampaikan tiga poin arahan yang menjadi inti pertemuan.
Pertama, soal ukhuah. Ia menegaskan bahwa menguatkan ukhuah membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, maupun harta. Siapa yang tidak siap berukhuah, justru bisa menggerus keimanan. Tarbiah, menurutnya, adalah wasilah utama untuk memperkuat ikatan persaudaraan itu.
Kedua, soal takhassus. Rektor mengingatkan bahwa amanah menuntut ilmu di luar negeri adalah amanah keilmuan yang luar biasa. Karena itu, jurusan yang sudah dipilih di masing-masing kampus seharusnya benar-benar ditekuni secara mendalam dan spesifik sesuai disiplin ilmunya.
Ketiga, soal tantangan kecerdasan buatan (AI). Ini menjadi perhatian serius Rektor. Ia mengingatkan para alumni untuk menjaga tanggung jawab ilmiah dan kemampuan berpikir mandiri, tidak bergantung pada AI. Ketergantungan yang berlebihan pada AI, menurutnya, berpotensi menumpulkan kemampuan berpikir dan menganalisis. Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap masa depan akademik Indonesia jika para pelajar tidak menggunakan AI secara tepat dan menjadikannya sandaran utama dalam berpikir.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama antara para alumni dan Rektor IAI STIBA Makassar.
Reporter: Isra Syarif
