Yudisium X IAI STIBA Makassar: Pertama Kali Dua Prodi Diwisudakan dalam Satu Angkatan

(STIBA.ac.id) Makassar – IAI STIBA Makassar kembali menorehkan sejarah dalam perjalanan akademiknya. Pada Yudisium X yang berlangsung Jumat, 31 Juli 2026, bertepatan dengan 16 Safar 1448 H, untuk pertama kalinya prosesi ini diikuti oleh dua program studi sekaligus, yaitu Program Studi Perbandingan Mazhab dari Fakultas Syariah dan Hukum, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dari Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin. Kegiatan berlangsung di Kampus IAI STIBA Makassar dan dihadiri oleh Rektor, Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Sekprodi, serta seluruh dosen dan civitas akademika.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ustaz Salahuddin Guntung, Lc., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh calon alumni yang berhasil mencapai tahapan ini. Ia juga memaparkan data perjalanan akademik kedua angkatan. Untuk Prodi Perbandingan Mazhab, dari 379 mahasiswa yang masuk pada tahun 2022, hanya 273 yang berhasil menyelesaikan studi hingga tahap ini. Sementara untuk Prodi Pendidikan Bahasa Arab sebagai angkatan perdana, dari 139 mahasiswa yang masuk pada tahun yang sama, 109 berhasil menyelesaikan studi bersama angkatannya.

“Ini adalah satu injaz dan satu prestasi yang tentu menuntut pertama kesyukuran kepada Allah Azza wa Jalla, dan yang kedua bahwa apa yang telah didapatkan selama ini harus diamalkan dan diajarkan kepada yang lain,” ujarnya.

Prosesi Yudisium X kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan penetapan yudisium. SK Yudisium Program Studi Perbandingan Mazhab dibacakan oleh Sekretaris Prodi, M. Fadli, Lc., M.H. atas nama Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr. Kasman Bakry, S.H.I., M.H.I., sementara SK Yudisium Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dibacakan oleh Sekretaris Prodi, Arya Syahputra, S.H., B.A., M.Ag. atas nama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin, Rachmat bin Badani Tempo.

Dalam taujih penutup, Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., menjelaskan makna yudisium kepada para peserta. Menurutnya, yudisium berasal dari bahasa Latin yang berarti ketetapan atau penilaian. Berbeda dengan wisuda yang merupakan perayaan, yudisium adalah penetapan resmi akademik yang menandakan seorang mahasiswa telah menyelesaikan seluruh rangkaian kewajiban akademiknya.

“Anak-anakku semua berhak menyematkan gelar itu di belakang nama kalian mulai hari ini. Resminya secara formal adalah hari ini. Nanti perayaannya di wisuda,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang melekat pada pundak setiap lulusan. Ia membagi perjalanan akademik seseorang menjadi dua fase, yaitu fase menuntut ilmu, dan fase berbagi dan berkontribusi. “Pencapaian ini layak untuk disyukuri, layak untuk diapresiasi. Tapi sekaligus ini adalah bagian amanah yang telah melekat pada pundak kalian semua,” tegasnya.

Prosesi Yudisium X ditutup dengan sesi foto bersama. Wisuda resmi dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.