(STIBA.ac.id) Makassar – Yudisium X IAI STIBA Makassar tahun akademik 2025–2026 tidak hanya bersejarah karena melibatkan dua program studi sekaligus. Di balik prosesi itu, tersimpan deretan pencapaian akademik yang membanggakan dari para lulusan terbaik kedua prodi, seluruhnya meraih predikat Mumtaz.
Yang paling menonjol adalah Nur Annisa Rahman, S.Pd., mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang berhasil meraih IPK sempurna 4,00. Ia menjadi satu-satunya lulusan dengan IPK penuh di antara seluruh lulusan terbaik kedua program studi.
Lulusan Terbaik Program Studi Perbandingan Mazhab
Dari Fakultas Syariah dan Hukum, lima lulusan terbaik kategori mahasiswa adalah sebagai berikut. Peringkat pertama diraih oleh Muh. Fajar Saharuddin, S.H. dengan IPK 3,98. Peringkat kedua oleh Muh. Nur Aziizy Al-Qadry, S.H. dengan IPK 3,97. Peringkat ketiga oleh Guntur Dg. Pasanrang, S.H. dengan IPK 3,93. Peringkat keempat oleh Saldi Rahim, S.H. dengan IPK 3,92. Peringkat kelima oleh Muhammad Razak Abdillah, S.H. dengan IPK 3,90.
Adapun lima lulusan terbaik kategori mahasiswi adalah sebagai berikut.
Peringkat pertama diraih oleh Ghaida Khairunnisa’ Amam, S.H. dengan IPK 3,99. Peringkat kedua oleh Miftahul Khaerani, S.H. dengan IPK 3,98. Peringkat ketiga oleh Nur Azizah, S.H. dengan IPK 3,97. Peringkat keempat oleh Nur Ilmi, S.H. dengan IPK 3,97. Peringkat kelima oleh Mar’atunnajiyah, S.H. dengan IPK 3,96.
Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
Dari Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin, lima lulusan terbaik kategori mahasiswa adalah sebagai berikut.
Peringkat pertama diraih oleh Irwansyah Syam, S.Pd. dengan IPK 3,99. Peringkat kedua oleh Fahmi Abdul Hakim, S.Pd. dengan IPK 3,97. Peringkat ketiga oleh Muh. Fathona Sibali, S.Pd. dengan IPK 3,93. Peringkat keempat oleh Muh. Fajri Saharuddin, S.Pd. dengan IPK 3,93. Peringkat kelima oleh Nurdiansyah, S.Pd. dengan IPK 3,92.

Adapun lima lulusan terbaik kategori mahasiswi adalah sebagai berikut.
Peringkat pertama diraih oleh Nur Annisa Rahman, S.Pd. dengan IPK 4,00. Peringkat kedua oleh Hajar, S.Pd. dengan IPK 3,94. Peringkat ketiga oleh Rasliana, S.Pd. dengan IPK 3,94. Peringkat keempat oleh Diah Dana Swary, S.Pd. dengan IPK 3,93. Peringkat kelima oleh Mar’atun Najiyyah, S.Pd. dengan IPK 3,91.
Angka yang Berbicara
Di balik nama-nama terbaik ini, ada data yang tidak kalah menarik. Untuk Prodi Perbandingan Mazhab, dari 379 mahasiswa yang masuk pada tahun 2022, hanya 273 yang berhasil menyelesaikan studi hingga tahap yudisium bersama angkatannya.
Wakil Rektor I, Ustaz Salahuddin Guntung, Lc., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa 106 mahasiswa yang belum diyudisiumkan bersama angkatannya tidak semuanya gugur total. Sebagian besar tertunda karena berbagai variabel, dan diharapkan dapat menyusul pada periode berikutnya. Adapun total 312 peserta yang mengikuti munaqasyah beberapa hari sebelumnya merupakan gabungan dari angkatan 2022 ditambah mahasiswa dari angkatan sebelumnya yang belum sempat menyelesaikan prosesi hingga akhir.

Sementara untuk Prodi Pendidikan Bahasa Arab sebagai angkatan perdana, dari 139 mahasiswa yang masuk bersama, 109 berhasil menuntaskan perjalanan akademik mereka hingga akhir tanpa bantuan dari angkatan lain, karena memang tidak ada angkatan sebelumnya di prodi ini.
Seluruh lulusan terbaik dari kedua program studi ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan masing-masing fakultas, tertanggal 30 Juli 2026.
