Pulang Kampung, Mahasiswa IAI STIBA Makassar Asal Bone Gelar Daurah Syar’iyyah untuk Santri Tahfizh

(STIBA.ac.id) Bone – Liburan bagi sebagian orang berarti istirahat. Tapi bagi Qosmin Al-Fikri, mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAI STIBA Makassar, kepulangan ke Bone menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu. Selasa hingga Kamis, 13–15 Juli 2026, ia menggelar Daurah Syar’iyyah di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ibnu Abbas Wahdah Islamiyah Bone, diikuti oleh seluruh santri dan pembina pondok.

Daurah yang berlangsung tiga hari ini mengangkat satu tema yang sederhana tapi mendasar: bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca atau dihafal, melainkan juga harus dipelajari dan diamalkan etika-etikanya.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Ibnu Abbas, Ananda Fadlan, kemudian diresmikan oleh Pimpinan Pondok, Ustaz Bustam, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Ustaz Bustam menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri, terutama santri tahfiz, agar mereka bertumbuh menjadi generasi Qur’ani.

Materi yang dibawakan Qosmin Al-Fikri merujuk pada kitab Hilyatu Ahli Al-Qur’an, mencakup beberapa poin yang saling berkaitan. Pertama, soal niat yang ikhlas sebagai kunci kemudahan dalam menghafal sekaligus bentuk akhlak terbaik seorang hamba terhadap dirinya sendiri. Kedua, keutamaan dan tingginya kedudukan Ahli Al-Qur’an di sisi Allah. Ketiga, adab Ahli Al-Qur’an terhadap diri sendiri, terhadap pengajar, dan adab pengajar terhadap santrinya. Keempat, pentingnya kesabaran, baik bagi santri maupun muhaffizh, dalam menghadapi berbagai ujian selama perjalanan bersama Al-Qur’an.

Melalui daurah ini, panitia berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mencintai dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Qosmin Al-Fikri