(STIBA.ac.id) Maros — Di bawah hamparan langit Tappawita Highland, Maros, keluarga besar Program Studi Hukum Ekonomi Syariah kembali dipertemukan dalam sebuah ruang kebersamaan melalui Forum Kerukunan Antarangkatan HES (FKA HES). Mengusung tema “Di Bawah Langit Persaudaraan, Menautkan Hati, Menyatukan Visi,” kegiatan yang berlangsung sejak Jumat sore 11 September 2026 / 29 Rabiul Awal 1448 H hingga Sabtu pagi 12 September 2026 / 30 Rabiul Awal 1448 dikemas dalam konsep berkemah yang memadukan unsur ukhuwah, rekreasi, intelektualitas, aspirasi, dan spiritualitas.
Bukan sekadar pertemuan antarangkatan, FKAA HES hadir sebagai ikhtiar untuk mempertemukan berbagai generasi dalam satu ruang yang lebih dekat dan cair. Di tengah keseharian mahasiswa yang kerap disibukkan oleh aktivitas akademik dan organisasi, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk sejenak melepas sekat-sekat antarangkatan, saling mengenal lebih dekat, serta membangun kesadaran bahwa setiap mahasiswa merupakan bagian dari satu keluarga besar Hukum Ekonomi Syariah.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat sore dan dipandu oleh MC, Arafi Yogi Pratama. Dengan suasana alam Tappawita Highland yang asri dan sejuk, kegiatan kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ukasyah, mahasiswa semester satu Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka yang sarat makna. Ia bukan hanya mengawali rangkaian acara secara formal, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap bentuk persaudaraan dan kebersamaan hendaknya berangkat dari nilai-nilai keimanan serta bermuara pada kebaikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum Himmah HES, Ahmad Faqih, dan Presiden Nasional ASHESI, Yuspan. Dalam suasana penuh keakraban, disampaikan pentingnya membangun komunikasi dan solidaritas antarangkatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat keluarga besar HES.
Setelah sesi pembukaan, suasana semakin meriah melalui agenda HES Talent. Setiap angkatan diberikan kesempatan untuk menampilkan bakat dan kreativitas masing-masing. Berbagai penampilan yang disuguhkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan sisi personal yang mungkin belum terlihat dalam interaksi akademik sehari-hari.
Tawa, apresiasi, dan dukungan yang diberikan antarpeserta menjadi warna tersendiri dalam agenda tersebut. Dari sini, semangat tema kegiatan mulai menemukan bentuknya: hati yang sebelumnya mungkin hanya saling mengenal melalui ruang kelas mulai ditautkan melalui ruang kebersamaan.
Setelah suasana penuh keceriaan, FKAA HES kemudian memasuki sesi yang lebih mendalam melalui HES Deep Talk. Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka bagi setiap angkatan untuk menyampaikan aspirasi, evaluasi, kritik, dan gagasan kepada Himmah HES maupun Program Studi Hukum Ekonomi Syariah secara umum.
Setiap angkatan diberikan kesempatan untuk menyuarakan pandangan dan harapan mereka. Berbagai gagasan yang muncul menjadi bahan refleksi bersama dalam melihat kondisi HES sekaligus merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan akademik dan organisasi yang lebih baik.
Lebih dari sekadar forum penyampaian aspirasi, HES Deep Talk menjadi momentum untuk mendengarkan sebelum berbicara, memahami sebelum menilai, dan mencari solusi sebelum memperdebatkan perbedaan. Dalam ruang inilah sekat-sekat antarangkatan semakin mencair. Perbedaan pengalaman dan sudut pandang tidak lagi dipandang sebagai jarak, tetapi sebagai kekayaan yang dapat dipertemukan untuk menghasilkan visi bersama.
Di bawah langit yang sama, suara-suara yang berbeda dipertemukan; dari perbedaan itulah kemudian lahir satu kesadaran bahwa HES membutuhkan kebersamaan untuk melangkah lebih jauh.
Malam hari kemudian ditutup dengan Games Wawasan Ilmiah. Dikemas secara edukatif dan interaktif, kegiatan ini menguji wawasan peserta sekaligus menghadirkan kompetisi yang sehat. Selain menjadi hiburan, agenda tersebut turut melatih ketangkasan berpikir, keberanian, komunikasi, dan kerja sama antarpeserta.
Ketika sebagian besar aktivitas malam telah usai, kebersamaan FKAA HES justru berlanjut dalam suasana yang lebih hening dan khidmat. Sekitar pukul 04.00, para peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud bersama.
Di saat malam hampir berakhir dan suasana Tappawita Highland masih diselimuti kesunyian, para peserta mengambil waktu untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika pada siang dan malam hari hati ditautkan melalui percakapan dan kebersamaan, maka pada sepertiga malam hati kembali ditautkan kepada Sang Pencipta melalui ibadah.
Momentum tahajud tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan dalam Islam tidak berhenti pada kedekatan sosial. Ukhuwah yang sejati adalah persaudaraan yang mampu mengantarkan seseorang kepada kebaikan dan meningkatkan ketakwaannya kepada Allah.
Memasuki waktu Subuh, seluruh peserta melaksanakan shalat Subuh secara bersama-sama. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Kajian Subuh yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Ustaz Muhammad Shiddiq Abdillah, B.A., M.A.
Kajian tersebut menjadi penutup yang memperkaya makna perjalanan FKAA HES. Peserta kembali diajak untuk melihat pentingnya ilmu, akhlak, ukhuah, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah. Kehadiran Ketua Program Studi juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara mahasiswa dan pihak prodi dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Pada akhirnya, FKAA HES bukanlah sekadar kegiatan berkemah. Ia merupakan sebuah ruang perjumpaan; tempat berbagai angkatan saling mengenal, tempat aspirasi menemukan telinga untuk mendengar, tempat perbedaan menemukan titik temu, dan tempat kebersamaan mendapatkan fondasi spiritual.
Tema “Di Bawah Langit Persaudaraan, Menautkan Hati, Menyatukan Visi” bukan sekadar rangkaian kata yang menghiasi kegiatan, tetapi menjadi representasi dari perjalanan yang dibangun selama FKAA HES.
Di bawah langit yang sama, kita belajar bahwa kita tidak harus menjadi sama untuk berjalan bersama.
Sebab setiap angkatan memiliki cerita, setiap individu memiliki warna, dan setiap generasi memiliki gagasan. Namun semuanya dapat dipertemukan dalam satu ikatan: ukhuah, kebersamaan, dan visi untuk membangun Hukum Ekonomi Syariah yang lebih baik.
Dari Tappawita Highland, semoga yang dibawa pulang bukan hanya kenangan tentang tenda, malam, permainan, dan kebersamaan, tetapi juga persaudaraan yang semakin erat, komunikasi yang semakin terbuka, serta visi yang semakin kuat untuk melangkah bersama.
Satu Prodi. Beragam Generasi. Satu Persaudaraan. Satu Visi.
Reporter: Arafi Yogi Pratama
