Hari Perdana Kuliah, Ketua STIBA Ingatkan Mahasiswa Sabar Menuntut Ilmu

(STIBA.ac.id) Makassar – Hari perdana perkuliahan pascaliburan Ramadan dan Idulfitri 1443 H, fenomena beberapa mahasiswa menambah liburan menjadi sorotan ketua STIBA Makassar. Dalam tausiahnya usai salat Zuhur di Masjid Anas bin Malik, Senin (16/05/2022), Ustaz Akhmad Hanafi kembali mengingatkan hadirin khususnya mahasiswa urgensi kesabaran dalam menuntut ilmu.

Menurut Ustaz Akhmad, ilmu tidak didapatkan dengan bersantai, tapi butuh usaha dan kerja keras. Sementara usaha dan kerja keras itu mustahil dilakukan tanpa disertai kesabaran.

“Sabar itu ada tiga tingkatan. Tingkatan terendah adalah sabar dalam menghadapi musibah, kemudian sabar dalam meninggalkan maksiat, dan level tertinggi adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan,” urai Ustaz Akhmad.

Ia mencontohkan kesabaran Nabi Yusuf alaihissalam. Kesabaran Nabi Yusuf menghadapi godaan wanita (istri pembesar Mesir) lebih besar dibanding kesabaran beliau saat dilemparkan ke dalam sumur dan penjara. Sebabnya karena sabar saat berada dalam sumur dan penjara itu sifatnya idhthirari (terpaksa), sementara sabar terhadap godaan wanita sifatnya ikhtiyari (pilihan).

Contoh lain yang juga disebutkan Wakil Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah tersebut adalah kisah yang disebutkan Imam Syafi’i rahimahullah.  Imam Syafi’i pernah melihat empat keajaiban di Madinah. Salah satunya adalah beliau pernah melihat orang tua berusia 90-an tahun. Aktivitasnya sehari-hari adalah berjalan dari satu tempat hiburan ke tempat hiburan lain. Ia mengajarkan para wanita bernyanyi. Imam Syafi’i heran, orang tua ini kalau salat posisinya malah duduk, padahal kemana-mana bisa jalan jauh.

“Banyak yang kuat berdiri jualan di pasar seharian, tapi dipanggil untuk salat lima menit tidak sanggup. Maka mujahadah dalam menuntut ilmu perlu kesabaran tingkat tinggi, maka tidak akan berhasil kecuali orang-orang yang sabar,” ujar Ustaz Akhmad.

Di bagian akhir tausiahnya, ketua STIBA mengingatkan para mahasiswa yang masih menambah liburan ayat faidza faraghta fanshab (maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain).

“Liburan telah berlalu, maka bila telah habis masanya, segera kembali,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

wps office下载

telegram下载

telegram下载

TelegramPC版

搜狗输入法皮肤

有道翻译官

Telegram apk下载

Telegram安卓版

Telegram下载

有道翻译官网

有道翻译官网

汽水音乐客户端下载

Telegram中文版

rar下载

Telegram安卓版

Telegram安卓版

1