420 Dai dan Daiah IAI STIBA Makassar Dilepas Secara Simbolis, Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

(STIBA.ac.id) — Wisuda IX Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar tidak hanya menjadi momentum pengukuhan gelar akademik. Pada hari yang sama, sebanyak 420 lulusan juga resmi dilepas sebagai dai dan daiah untuk menjalankan amanah dakwah dan pengabdian di berbagai daerah.

Pelepasan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Wisuda IX IAI STIBA Makassar, Kamis (13/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Dalam naskah pelepasan, Ustaz Zaitun secara resmi menugaskan para lulusan sebagai dai dan daiah Wahdah Islamiyah untuk menjalankan amanah di tempat yang telah ditentukan.

“Dengan senantiasa mengharap rida dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya sebagai Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah dengan ini menugaskan dan melepaskan saudara-saudari yang tercantum namanya dalam SK yang telah dibacakan tadi sebagai dai dan daiah,” ungkapnya.

Prosesi tersebut ditandai dengan penyerahan surat tugas secara simbolis kepada tiga wisudawan dan tiga wisudawati. Tiga wisudawan yang mewakili adalah Irwansyah Syam, S.Pd., Ihwan Mursyadi, S.H., dan Irgi Dwi Susanto, S.H., sementara tiga wisudawati yang mewakili ialah Nurul Syafiqah, S.H., Diah Dana Swary, S.Pd., dan Nurul Husein Baadilla, S.H.

Bukan Sekadar Menyelesaikan Masa Tugas

Dalam amanatnya seusai prosesi pelepasan, Ustaz Zaitun mengingatkan bahwa pengabdian tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah dibangun sejak para mahasiswa pertama kali memasuki IAI STIBA Makassar.

Para mahasiswa, kata dia, sejak awal telah menyatakan kesiapan untuk ditugaskan setelah menyelesaikan pendidikan, dengan masa pengabdian satu atau dua tahun dan memungkinkan untuk diperpanjang.

Namun, ia menegaskan bahwa penugasan tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif untuk memenuhi masa pengabdian kepada kampus.

“Jangan menganggap ini semata-mata pengabdian dalam artian formal kepada kampus,” pesannya.

Menurutnya, dai dan daiah yang ditempatkan di tengah masyarakat harus benar-benar hadir secara substantif: mengajar, berdakwah, membina, serta membantu masyarakat bangkit dan memperbaiki kehidupannya.

Ustaz Zaitun menyebut pelepasan 420 dai dan daiah tersebut sebagai sesuatu yang patut disyukuri.

“Totalnya tadi berapa Ustaz? 420 dai dan daiah. Ini tentu luar biasa,” ujarnya.

Dakwah Tidak Berhenti pada Pengajaran Ilmu Syariat

Ustaz Zaitun juga memperluas makna pengabdian yang harus dijalankan para alumni. Menurutnya, dakwah di tengah masyarakat tidak semestinya dipahami sebatas menyampaikan ilmu-ilmu syariat dalam pengertian yang sempit.

Para dai dan daiah diharapkan ikut memberikan edukasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari akhlak, kebersihan, kesehatan, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi.

Ia berharap kehadiran para alumni dapat ikut membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya.

“Memberikan pengajaran-pengajaran selain pada akhlak, juga kita berharap pengajaran pada hal-hal yang menambah kualitas kehidupan mereka,” ujarnya.

Perhatian terhadap ekonomi masyarakat juga menjadi bagian yang ia tekankan. Menurutnya, ekonomi merupakan salah satu penopang kehidupan sehingga dai tidak cukup hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga perlu memotivasi masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan taraf kehidupannya.

Dari Kampus Menuju Medan Pengabdian

Pola penugasan lulusan menjadi salah satu karakter pendidikan yang terus dipertahankan IAI STIBA Makassar. Sebelumnya, Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., juga menegaskan bahwa para lulusan memperoleh amanah penempatan dan pengabdian segera setelah menyelesaikan pendidikan.

Rektor menyebut pola tersebut sebagai salah satu ciri khas institusi. Melalui penempatan, para alumni memiliki ruang untuk mengamalkan ilmu, keterampilan, keahlian, dan pengalaman yang telah diperoleh selama kuliah.

Dengan demikian, Wisuda IX tidak hanya menandai perpindahan status dari mahasiswa menjadi sarjana. Bagi 420 lulusan IAI STIBA Makassar, wisuda sekaligus menjadi pintu masuk menuju medan pengabdian baru. Membawa ilmu dari ruang-ruang kuliah untuk hadir dan memberi manfaat langsung di tengah masyarakat.