info@stiba.ac.id +62 852 8888 1799

STIBA Travel Sukses Selenggarakan Umrah Kedua, 63 Jemaah Dibimbing Langsung Ketua Senat dan Rektor

Feature - Kegiatan Dosen - Kegiatan Kampus

(STIBA.ac.id) Makassar – Rombongan jemaah umrah STIBA Travel tiba kembali di Makassar pada Rabu (28/10/2026) setelah menjalani perjalanan selama 13 hari. Sebanyak 63 jemaah berangkat dari Makassar menuju Jeddah pada 16 Oktober 2026.

Para jemaah terdiri atas dosen IAI STIBA Makassar, alumni, dan sebagian besar masyarakat umum. Rombongan dibimbing langsung oleh Ketua Senat Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A., Ph.D. dan Rektor IAI STIBA Makassar Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., serta didampingi Kepala Pusat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha (KSPU), Ustaz Arif Patang, S.H.I.

Keberangkatan ini merupakan yang kedua bagi STIBA Travel, setelah sebelumnya memberangkatkan 36 jemaah pada Januari 2026. Kepala Pusat KSPU mengatakan, mendampingi jemaah memberi kesan tersendiri sebagai pemimpin rombongan sekaligus tanggung jawab karena membawa nama institusi. Menurutnya, selain harus bersabar, ia juga harus menyabarkan jemaah yang memiliki beragam tipe dan kebiasaan.

Bimbingan Ibadah

Sebelum berangkat, jemaah mengikuti manasik tatap muka. Setibanya di Tanah Suci, jemaah menerima banyak bimbingan, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp, termasuk pemantapan manasik sebelum memulai umrah. Jemaah juga berziarah ke berbagai tempat bersejarah dan berkunjung ke lembaga-lembaga dakwah di sekitar Masjidil Haram untuk mendengarkan pencerahan tentang sejarah dan keutamaan dua kota suci.

Kepala Pusat KSPU menyebut, bimbingan langsung dari ketua senat dan rektor membuat jemaah merasa aman dan yakin terhadap ibadah yang mereka lakukan.

Layanan dan Persiapan

Perjalanan ini menggunakan paket 13 hari dengan maskapai Garuda Indonesia. Jemaah menginap di Hotel Hibbah Al-Muhajirin di Makkah, setaraf bintang 4 dan berjarak sekitar 400 meter dari pelataran Masjidil Haram. Di Madinah, jemaah menginap di Hotel Royal Andalus, setaraf bintang 4 dan berjarak sekitar 150 meter dari pintu 338 Masjid Nabawi.

Jemaah mendapat transportasi bus, layanan bandara, visa umrah, dan asuransi, serta konsumsi tiga kali sehari dengan menu Indonesia. Perlengkapan yang diberikan meliputi koper, pakaian ihram, seragam, buku manasik, dan air zamzam 5 liter. Mutawif yang mendampingi merupakan alumni IAI STIBA Makassar yang lanjut studi di Arab Saudi.

Persiapan sebelum keberangkatan mencakup manasik tatap muka, pembagian perlengkapan, pemeriksaan kesehatan, pembentukan grup WhatsApp jemaah, dan pembekalan adab safar.

Tanggapan Jemaah

Menurut Ustaz Arif, tanggapan jemaah sangat positif. Banyak jemaah menyampaikan bahwa ini adalah umrah yang paling tenang karena tidak terburu-buru.

Salah seorang jemaah, Asrijal, memberi nilai tertinggi (5 dari skala 5) untuk pembimbing ibadah, mutawif, hotel, transportasi, dan kegiatan ziarah. Ia memberi nilai 4 untuk ketepatan waktu, tour leader, dan pelayanan secara umum.

Ia mengaku paling berkesan bisa berumrah bersama keluarga besar dengan bimbingan ustaz yang memahami sunah.

“Kita diarahkan untuk mengerjakan amalan yang keutamaannya banyak, dan menjelaskan dengan baik ibadah yang meski banyak dilakukan orang tetapi tidak dianjurkan karena tidak ada keutamaannya,” ujarnya.

“Secara keseluruhan, untuk ibadah dan yang lainnya bagus sekali umrah bersama STIBA Travel,” tambahnya. Asrijal menyatakan sangat berminat kembali berumrah bersama STIBA Travel dan sangat bersedia merekomendasikannya kepada keluarga maupun sahabat.

Agenda Kelembagaan di Arab Saudi

Selama berada di Arab Saudi, Ketua Senat dan Rektor juga menjalankan sejumlah agenda kelembagaan. Mereka bertemu kader Wahdah Islamiyah di Madinah dan Makkah, mengunjungi Universitas Islam Madinah (UIM) bersama Kepala Pusat KSPU untuk menjajaki peluang studi bagi mahasiswa dan kader Wahdah Islamiyah, serta membahas program pengembangan sanad qiraat bersama muqri Madinah, Syekh Dr. Abdullah bin Muhammad Ghailan.

Legalitas dan Kaitan dengan Kampus

STIBA Travel merupakan brand layanan dari IAI STIBA Makassar yang secara operasional bekerja sama dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi berizin Kementerian Agama, yaitu IZI Travel, dengan nomor izin PPIU 9120205461966001. Seluruh jemaah menggunakan visa umrah resmi, bukan visa ziarah atau visa turis.

Kepala Pusat KSPU menjelaskan, menjalankan jasa travel mensyaratkan kelengkapan dokumen hingga izin operasional, dan IZI Travel memiliki hal itu. Pihak-pihak di dalamnya juga merupakan pemerhati IAI STIBA Makassar, sehingga memungkinkan mereka menopang dan mendukung usaha IAI STIBA Makassar. Keuntungan dari jasa ini digunakan untuk mendukung operasional pendidikan dan pengembangan kampus.

Rencana Keberangkatan Berikutnya

Keberangkatan berikutnya direncanakan pada Ramadan 2027 dengan target kuota 70 kursi. Kuota saat ini masih terbuka.

Selain umrah reguler 13 hari, STIBA Travel berencana membuka Umrah Plus wisata ke negara-negara lain, Program Umrah Akademik khusus dosen dan mahasiswa dengan kajian sirah intensif, serta penyelenggaraan Haji Khusus.

Masyarakat yang berminat dapat mendatangi kantor di Kampus IAI STIBA Makassar, menghubungi WA Center STIBA Travel di 0823-9452-2749. Persyaratan pendaftaran meliputi KTP, KK, paspor, dan vaksin meningitis, dengan uang muka Rp5 juta.

“Jangan tunda niat baik ke Baitullah. Pilih travel yang membimbing ibadahnya, bukan hanya memberangkatkan badannya,” pesan Kepala Pusat KSPU. “Bersama STIBA, insyaallah berangkat dengan ilmu, pulang membawa perubahan. Semoga Allah undang kita semua menjadi tamu-Nya.”