info@stiba.ac.id +62 852 8888 1799

Ketua Senat dan Rektor IAI STIBA Makassar Beri Tausiah kepada Kader Wahdah Islamiyah di Makkah

Feature - Kegiatan Alumni - Kegiatan Dosen

(STIBA.ac.id) Makkah/Arab Saudi – Ketua Senat dan Rektor IAI STIBA Makassar memberikan tausiah kepada 15 kader Wahdah Islamiyah yang menempuh pendidikan di Arab Saudi dan Pakistan. Nasihat itu disampaikan dalam Liqo Ukhawi yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Wahdah Islamiyah Biro Makkah dan Biro Abha, Jumat (23/10/2026).

Para peserta berasal dari King Khalid University di Abha, King Abdulaziz University di Jeddah, Umm Al-Qura University di Makkah, Taif University, serta alumni perguruan tinggi di Islamabad, Pakistan.

Tausiah disampaikan oleh Ketua Senat IAI STIBA Makassar sekaligus Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. Muh. Yusran Anshar, Lc., M.A., dan Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Dr. Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A.

Pesan Ketua Senat: Jangan Terlena dengan Kenyamanan

Ustaz Muh. Yusran Anshar mengingatkan para mahasiswa agar mensyukuri nikmat Allah karena dipertemukan di Makkah, salah satu kota paling mulia dalam Islam. Ia berharap mereka kelak kembali dipertemukan di surga.

Ia juga berpesan agar kenyamanan selama belajar di Arab Saudi tidak membuat mahasiswa terlena atau menjadi pribadi yang manja. Menurutnya, pengalaman belajar di Saudi harus menjadi bekal menghadapi tantangan perjuangan dan pengabdian setelah kembali ke Indonesia, termasuk ketika berkiprah di IAI STIBA Makassar yang memiliki beragam tantangan dan keterbatasan.

Pesan Rektor: Syukuri Keberagaman, Jaga Tamyiz

Ustaz Akhmad Hanafi menyoroti keberagaman mahasiswa Wahdah Islamiyah yang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Arab Saudi. Menurutnya, keberagaman itu patut disyukuri, tetapi perlu diiringi tamyiz, yakni kemampuan membedakan dan menjaga kejelasan prinsip di tengah beragam lingkungan keilmuan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan bertemu sesama kader dari berbagai universitas. Jika sebelumnya pertemuan mahasiswa kerap terbatas pada mereka yang berada di Makkah dan Madinah, kini silaturahmi semakin luas dengan hadirnya mahasiswa dari daerah lain, termasuk Abha.

Tanggapan Peserta

Para peserta menyambut pertemuan ini dengan rasa syukur. Mereka menilai Liqo Ukhawi tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga kesempatan memperoleh nasihat dan memperbarui semangat menuntut ilmu.

“Pertemuan yang bukan sekadar melepas rindu, tetapi juga mengisi kembali ruang yang mungkin mulai lelah dalam perjalanan menuntut ilmu,” ungkap salah seorang mahasiswa yang hadir.

Ia menambahkan, pertemuan itu menghadirkan nasihat yang menguatkan, pandangan yang meluruskan, serta semangat baru. Menurutnya, mahasiswa yang jauh dari tanah air tidak hanya membutuhkan ilmu untuk dipelajari, tetapi juga pengingat tentang tujuan pengabdian dari ilmu yang mereka peroleh.

Peserta lain menilai pertemuan ini sangat bermanfaat karena memberi kesempatan bersilaturahmi dengan sesama kader dari berbagai universitas sekaligus mendapat taujihat dari para asatizah yang dibutuhkan selama masa studi.

Melalui pertemuan ini, silaturahmi antarkader diharapkan semakin erat dan nasihat yang disampaikan menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan diri berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Sumber: wahdah.or.id